MALINAU - Kondisi cuaca panas dan terik yang terjadi belakangan ini membuat masyarakat Kabupaten Malinau diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Malinau secara khusus mengingatkan warga untuk memperhatikan penggunaan listrik guna mengantisipasi kebakaran akibat korsleting.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Malinau, Tjito Widjaja melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran, Rury Ahmad Sururie, mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kondisi cuaca panas dapat membuat api lebih cepat menyebar apabila kebakaran terjadi.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu mewaspadai aktivitas yang berkaitan dengan pembakaran, tetapi juga sumber-sumber api di dalam rumah, termasuk kompor dan instalasi listrik. “Dengan cuaca terik panas seperti ini, agar selalu memperhatikan kompor atau di dapur, begitu juga memperhatikan listrik dari korsleting listrik,” ujar Rury kepada Radar Tarakan, Jumat (28/8).
Ia menjelaskan, kebakaran yang bermula dari satu titik dapat dengan cepat merambat ke titik lainnya apabila kondisi lingkungan sedang panas. Karena itu, langkah pencegahan menjadi penting untuk mengurangi risiko kebakaran. “Dengan cuaca yang panas terik seperti ini cepat dalam penyebaran api apabila terjadi kebakaran dari satu titik ke titik lainnya,” katanya.
Selain korsleting listrik, Damkar Malinau juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Berbagai aktivitas yang berpotensi memunculkan sumber api perlu dihindari, terutama ketika kondisi cuaca panas.
Rury menegaskan, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat. Warga diharapkan dapat memastikan kondisi instalasi listrik di rumah aman, tidak menggunakan sambungan listrik yang berlebihan serta segera memeriksa apabila terdapat tanda-tanda gangguan listrik.
Di sisi lain, Damkar Malinau memastikan kesiapsiagaan personel untuk merespons apabila terjadi kebakaran. Sebanyak 110 personel disiagakan dengan sistem piket selama 24 jam di sejumlah pos dan Markas Komando Damkar Malinau.
Kesiapan tersebut juga didukung empat unit mobil tembak, satu unit mobil suplai, dua unit kendaraan komando/rescue dan dua mesin portable. “Apabila membutuhkan pertolongan pemadaman maupun penyelamatan, kami selalu standby 24 jam,” tegasnya.
Damkar Malinau meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau terjadi kebakaran. Laporan yang disampaikan sedini mungkin akan membantu petugas melakukan penanganan dengan cepat sehingga api tidak semakin meluas.
Dengan kondisi cuaca yang masih panas, masyarakat diharapkan tidak lengah dan memastikan berbagai sumber yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk listrik, kompor maupun aktivitas pembakaran, benar-benar dalam kondisi aman. (dip)
Editor : Azward Halim