Sekda Ernes Apresiasi PT DBJ karena Restocking 20 Ribu Benih Ikan Patin di Sungai Sesayap Malinau

Radar Tarakan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:09 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN
RESTOCKING: Sekda Ernes saat memberikan bibit ikan patin kepada salah satu nelayan yang hadir.
DIPA/RADAR TARAKAN RESTOCKING: Sekda Ernes saat memberikan bibit ikan patin kepada salah satu nelayan yang hadir.

MALINAU - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, mengapresiasi langkah PT Damai Bangun Jaya (DBJ) yang melakukan restocking dengan menebarkan 20 ribu ekor benih ikan patin di Sungai Sesayap, Kabupaten Malinau.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program CSR PT Damai Bangun Jaya dan dilaksanakan bersama Dinas Perikanan Kabupaten Malinau. Restocking ini diharapkan dapat mendukung kelestarian ekosistem perairan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya nelayan.

Ernes mengatakan, kegiatan penebaran benih ikan tersebut merupakan langkah positif dan menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap keberlanjutan sumber daya perikanan di Malinau.

“Pertama atas nama pemerintah daerah, kemudian asosiasi pemancingan Indonesia. Apresiasi yang luar biasa kepada PT Damai Bangun Jaya yang sudah melakukan kegiatan CSR-nya. Dengan menebarkan benih patin sebanyak 20 ribu ekor,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (2/9).

Menurutnya, kegiatan restocking memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Selain itu, penambahan populasi ikan juga diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya overfishing atau penangkapan ikan secara berlebihan.

“Ya ini kalau menurut saya hal yang baru untuk di Malinau khususnya dan harapan kita ini bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya,” katanya.

Ernes menilai, keberlanjutan sumber daya ikan perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, apabila kegiatan restocking dilakukan secara berkelanjutan dan diikuti dengan pengelolaan perairan yang baik, kondisi sungai di Malinau dapat semakin terjaga.

“Karena pertama kita menjaga perairan kita. Baik itu keseimbangan perairan kita, kemudian juga kita mencegah overfishing, atau juga mungkin pola penangkapan yang salah,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan populasi ikan yang terjaga nantinya turut memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.

“Nah kalau kita semua melakukan ini, saya yakin perairan kita akan baik ke depan, subur, bahkan terpelihara. Dan nelayan juga akan menjadi berpendapatan baik, artinya penghasilan baik,” ungkap Ernes.

Namun, Ernes mengingatkan bahwa keberhasilan program restocking tidak hanya ditentukan dari jumlah benih ikan yang ditebar. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk memastikan ikan-ikan tersebut dapat tumbuh hingga mencapai ukuran konsumsi.

Ia meminta nelayan dan pemerintah di tingkat desa maupun kecamatan bersama-sama menjaga kawasan perairan, termasuk memberikan kesempatan bagi ikan-ikan yang masih berukuran kecil untuk tumbuh.

“Kami mohon nanti kepada nelayan juga sama-sama menjaga, kepala desa, sekcam, untuk bisa menjaga lingkungan kita supaya dalam rangka penebaran ini, kalau ada ikan yang kecil lepas dulu lah, intinya ya, biar nanti dia besar pada saat ukuran tempat konsumsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ernes berharap langkah PT DBJ dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di Kabupaten Malinau untuk mengarahkan program CSR pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

Ia mendorong Asosiasi Pemancingan Indonesia (APRI) untuk membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan lainnya sehingga program CSR dapat dikembangkan sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat.

“Ya harapan kita tadi minta kepada APRI, Asosiasi Pemancingan juga bisa membangun komunikasi kepada perusahaan lainnya yang mungkin juga berusaha di Malinau yang CSR-nya bisa dalam bentuk yang seperti ini,” tuturnya.

Menurut Ernes, CSR perusahaan tidak harus hanya berfokus pada sektor perikanan. Program serupa juga dapat diarahkan untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, hortikultura maupun UMKM.

“Apakah nanti benihkan, mungkin benih di pertanian, perkebunan, di hortik, silakan. Yang penting bagaimana membantu nelayan, pekebun dan petani kita. Termasuk UMKM silakan memilih yang mana mungkin bidang yang kita sukai,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PT Damai Bangun Jaya, Hermano, mengatakan kegiatan penebaran benih ikan patin merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap kelestarian ekosistem perairan dan keberlanjutan sumber daya perikanan.

Ia menyebut Sungai Sesayap memiliki peran penting bagi masyarakat, baik sebagai sumber kehidupan maupun tempat mencari nafkah.

“Sungai Sesayap bukan sekadar aliran air. Sungai ini adalah sumber kehidupan, tempat masyarakat mencari nafkah, dan bagian tak terpisahkan dari sejarah serta budaya wilayah ini. Menjaga kelestariannya adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Hermano berharap benih-benih ikan yang ditebar dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik sehingga pada masa mendatang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus membantu menjaga keseimbangan ekosistem Sungai Sesayap.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menangkap ikan menggunakan cara-cara yang merusak serta tidak mencemari sungai.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga sungai ini bersama-sama tidak menangkap ikan dengan cara yang merusak, tidak mencemari air, dan senantiasa menjaga kelestarian alam sebagai warisan bagi generasi mendatang,” tutupnya. (dip)

Editor : Rahul
PT DBJ Benih Ikan Patin Sungai Sesayap Malinau sekda ernes