MALINAU - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Malinau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca panas yang terjadi di wilayah Kalimantan Utara.
Sebanyak 110 personel Damkar Malinau disiagakan selama 24 jam untuk mendukung upaya pencegahan, deteksi dini hingga penanganan apabila terjadi kebakaran.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Malinau Tjito Widjaja melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran, Rury Ahmad Sururie, mengatakan kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Menurutnya, pencegahan dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi karhutla.
“Kesiapsiagaan bukan hanya pada saat api sudah terjadi, tetapi dimulai dari pencegahan, deteksi dini, peningkatan kemampuan personel, serta kesiapan armada dan peralatan, serta kecepatan dalam merespons setiap laporan masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai Radar Tarakan, Selasa (25/8).
Dari 110 personel yang disiapkan, sebanyak 30 anggota ditempatkan di Pos Induk, 18 anggota di Pos Barat, 32 anggota di Pos Utara dan 10 anggota di Pos Mentarang. Seluruhnya bersiaga selama 24 jam dengan sistem shift.
Sementara itu, 20 personel lainnya yang terdiri dari komandan, personel Mako dan operator Mako juga disiagakan untuk mendukung penanganan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Selain personel, Damkar Malinau juga memastikan kesiapan armada dan peralatan. Saat ini terdapat empat unit mobil tembak, satu unit mobil suplai, dua unit kendaraan komando/rescue serta dua mesin portable yang siap digunakan.
“Dengan jumlah 110 personel siap siaga dalam penanganan karhutla apabila dibutuhkan nantinya,” katanya.
Rury menambahkan, koordinasi dan komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malinau terus dilakukan. Damkar Malinau siap memberikan dukungan apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
“Pada dasarnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau siap siaga mensupport apabila terjadi kebakaran lahan dan hutan,” jelasnya.
Selain mengantisipasi karhutla, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran permukiman. Cuaca panas dan terik dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila kebakaran terjadi.
Rury mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan aktivitas di dapur, penggunaan kompor serta instalasi listrik di rumah guna mencegah terjadinya kebakaran akibat kelalaian maupun korsleting listrik.
“Dengan cuaca terik panas seperti ini, agar selalu memperhatikan kompor atau di dapur, begitu juga memperhatikan listrik dari korsleting listrik. Dengan cuaca yang panas terik seperti ini cepat dalam penyebaran api apabila terjadi kebakaran dari satu titik ke titik lainnya,” tuturnya.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran.
Damkar Malinau memastikan pelayanan pemadaman dan penyelamatan tetap tersedia selama 24 jam. Warga yang menemukan titik api atau mengetahui kejadian kebakaran diminta segera melaporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Apabila membutuhkan pertolongan pemadaman maupun penyelamatan, kami selalu standby 24 jam,” pungkasnya. (dip)
Editor : Azward Halim