MALINAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau Ke-12 tahun 2026. Tahun ini, rangkaian perayaan akan lebih diarahkan untuk menampilkan dan menggali berbagai potensi lokal, khususnya budaya dan kesenian daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus, mengatakan konsep pelaksanaan Irau tahun ini berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Jika sebelumnya Irau digelar dua tahun sekali, kini kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun setelah masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Tahun ini kita akan memasuki ulang tahun yang ke-27, kemudian Irau yang ke-12. Sebelum-sebelumnya Irau ini dilaksanakan dua tahun sekali. Karena Malinau sudah masuk dalam event Kharisma, bersama-sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sehingga kegiatan hari ulang tahun Irau ini dilaksanakan setiap tahunnya,” ujarnya kepada Radar Tarakan usai memimpin rapat persiapan HUT ke-27 Malinau dan Irau ke-12.
Ernes menjelaskan, rangkaian kegiatan tahun ini dirancang berlangsung kurang lebih selama satu pekan atau paling lama tujuh hari. Selama pelaksanaan, Pemkab Malinau akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi yang dimiliki daerah.
Menurutnya, konsep tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden serta Bupati Malinau untuk mengoptimalkan potensi lokal dalam berbagai kegiatan daerah.
“Tahun ini kita lebih menggali kepada potensi lokal dan budaya lokal. Kita melaksanakannya kurang lebih paling lama tujuh hari,” katanya.
Berbagai kegiatan telah disiapkan, di antaranya permainan rakyat yang akan melibatkan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), kegiatan bersama para pelajar, serta penampilan band-band lokal.
Keterlibatan pelajar juga menjadi bagian penting dalam konsep Irau tahun ini. Pemkab ingin menjadikan momentum tersebut sebagai sarana bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerah.
“Jadi nanti kita menggali kemudian permainan rakyat dari KORMI, kemudian juga nanti dari para pelajar yang akan kita jadwalkan bersama-sama. Jadi selama satu pekan itu ada beberapa kegiatan, termasuk semua band lokal,” ungkapnya.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah karnaval budaya yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24. Karnaval tersebut diharapkan dapat melibatkan masyarakat secara luas dengan menampilkan keberagaman budaya yang ada di Kabupaten Malinau.
Ernes mengatakan keterlibatan masyarakat dalam karnaval budaya menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan daerah.
“Kita harapkan nanti seluruh masyarakat Malinau terlibat untuk memperkuat tetap anak-anak bangga dengan budayanya,” ujarnya.
Ia menegaskan, tema budaya lokal akan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Irau ke-12. Pemerintah berharap rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan, menjaga, dan mengembangkan potensi budaya masyarakat Malinau.
“Nah, ini yang kita mau coba gali di tahun ini, tema kita lebih kepada budaya lokal kita,” pungkasnya. (dip)
Editor : Azward Halim