MALINAU - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara, Irjen Pol. Agus Wijayanto, dianugerahi nama adat “Belawan Tadem” oleh masyarakat adat Dayak Lundayeh Kabupaten Malinau saat melakukan kunjungan ke Desa Wisata Pulau Sapi, Kamis (20/8).
Penyematan nama adat tersebut dilakukan oleh Kepala Adat Dayak Lundayeh Kabupaten Malinau, Paulus Belapang. Pemberian nama “Belawan Tadem” menjadi bentuk penghormatan sekaligus simbol persaudaraan masyarakat adat Dayak Lundayeh kepada Kapolda Kaltara yang hadir dan berinteraksi langsung dengan komunitas adat.
Kepala Adat Dayak Lundayeh Kabupaten Malinau, Paulus Belapang, mengatakan kunjungan Kapolda Kaltara ke tengah masyarakat adat memiliki makna tersendiri. Kehadiran tersebut dinilai menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat adat.
“Atas nama keluarga besar masyarakat adat Dayak Lundayeh, kami memberikan nama kehormatan kepada Bapak Kapolda sebagai wujud penghormatan, doa dan harapan,” ujarnya.
Menurut Paulus, nama "Belawan Tadem" memiliki makna sebagai lambang pribadi yang teguh memegang prinsip dan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Nama tersebut juga menjadi simbol terbukanya ruang persaudaraan antara Kapolda Kaltara dengan masyarakat adat Dayak Lundayeh di Kabupaten Malinau.
Ia menjelaskan, pemberian nama adat merupakan bagian dari tradisi dan budaya Dayak Lundayeh yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut hingga kini masih dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas masyarakat adat.
Prosesi penyematan nama berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Kapolda Kaltara, tetapi juga memperkuat hubungan antara masyarakat adat dengan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Utara.
Masyarakat Dayak Lundayeh berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui komunikasi dan sinergi. Mereka juga berharap nilai-nilai adat dan budaya lokal tetap mendapat ruang dalam membangun hubungan antara masyarakat dan aparat kepolisian.
Pemberian nama "Belawan Tadem" menjadi salah satu bentuk penghormatan masyarakat adat Dayak Lundayeh terhadap kehadiran Kapolda Kaltara sekaligus simbol persaudaraan yang diharapkan terus terjaga di Kabupaten Malinau. (dip)
Editor : Azward Halim