HUT Ke-81 RI, DPRD Malinau Soroti Warga Perbatasan yang Masih Jauh dari Layanan Pemerintah

Dip Ratar • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 05:14 WIB
ILUSTRASI: Siswa-siswi SMPN 1 Malnau Kota saat mengikuti kegiatan eksternal sekolah. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
ILUSTRASI: Siswa-siswi SMPN 1 Malnau Kota saat mengikuti kegiatan eksternal sekolah. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali melihat pemerataan pembangunan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan dan kawasan yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan pemerintah.

Ketua DPRD Kabupaten Malinau, Ping Ding mengatakan semangat kemerdekaan harus dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk warga yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

Menurutnya, persatuan seluruh suku dan etnis merupakan salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia. Semangat tersebut harus terus dijaga, terutama oleh masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan sebagai bagian penting dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dengan adanya persatuan antara semua etnis dan suku bangsa yang ada di Indonesia, itulah kekuatan Indonesia,” katanya kepada Radar Tarakan.

Ia menilai masyarakat di wilayah perbatasan memiliki posisi strategis dalam menjaga keutuhan NKRI. Meski berada jauh dari pusat pelayanan pemerintah, masyarakat di kawasan tersebut diharapkan tetap memiliki semangat kebangsaan dan menjaga persatuan.

“Apalagi warga yang ada di perbatasan, yang jauh-jauh dari layanan pemerintah pada saat itu, tetap kokoh agar menjadikan Indonesia benar-benar Indonesia,” ujarnya.

Ping Ding menegaskan, keberagaman Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, bahasa dan ras bukan menjadi alasan untuk terpecah. Sebaliknya, perbedaan tersebut harus dipadukan menjadi kekuatan dalam membangun bangsa.

“Beda-beda bahasa, beda-beda suku, beda-beda ras, kita jadi satu. Itulah kekuatan melalui semangat suku bangsa yang ada di Indonesia untuk merdeka,” katanya.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga semangat persatuan tersebut. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu harus dilanjutkan dengan menjaga keutuhan NKRI sekaligus menghadirkan pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.

Menurut Ping Ding, salah satu bentuk nyata mengisi kemerdekaan adalah memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi melalui pelayanan publik yang layak. Hal tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Yang terpenting itu kita tetap dalam lingkaran NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan memadukan semua kekuatan perbedaan itu menjadi satu,” tuturnya.

Ia berharap pembangunan ke depan semakin mampu menjangkau masyarakat yang berada di wilayah pedalaman dan perbatasan. Pemerataan pelayanan dinilai penting agar jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh hak-haknya sebagai warga negara.

Ping Ding juga menekankan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan karya nyata, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekonomi yang berkeadilan serta penguatan sosial dan budaya.

“Ini yang kami sangat harapkan dan kita mengisinya dengan semua karya-karya nyata kita. Baik peningkatan sumber daya manusia kita, ekonomi yang berkeadilan, dan sosial budaya yang terus kita tingkatkan,” pungkasnya.

Momentum HUT ke-81 RI pun diharapkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang memastikan seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di kawasan perbatasan, dapat merasakan kehadiran negara melalui pembangunan dan pelayanan publik yang berkeadilan. (dip)

Editor : Azward Halim
malinau