Cerita Novi Claudya, Usai Menjadi Paskibra HUT Ke-81 RI Malinau, Ingin Mengikuti Jejak Sang Ayah

Dip Ratar • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 05:06 WIB
HUT RI: Novi Claudya saat membawa Baki dalam HUT Ke-81 RI di Padan Liu Burung, Kabupaten Malinau, Senin (17/8). FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
HUT RI: Novi Claudya saat membawa Baki dalam HUT Ke-81 RI di Padan Liu Burung, Kabupaten Malinau, Senin (17/8). FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Senin (17/8), menjadi momen penuh haru dan kebanggaan bagi Novi Claudya, siswi kelas XI SMAN 8 Malinau.

Novi dipercaya menjadi pembawa baki dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih pada upacara kemerdekaan tingkat Kabupaten Malinau. Tugas tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi dirinya, terlebih kepercayaan itu diberikan setelah dirinya baru sekitar satu tahun mengikuti kegiatan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).

Siswi yang lahir di Malinau, 30 November 2010, tersebut merupakan putri dari Amir Biston Napitupulu dan Esnataria Sihombing. Novi berdomisili di Kuala Lapang RT 8.

“Saya Novi Claudya, asal sekolah SMA 8, kelas 11,” ujarnya saat diwawancarai Radar Tarakan, Senin (17/8).

Untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas tersebut, Novi bersama anggota Paskibra lainnya menjalani latihan secara intensif selama kurang lebih 20 hari. Latihan tersebut tidak hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga mental dan fisik para anggota.

Usai menjalankan tugas membawa baki, Novi mengaku merasakan berbagai emosi sekaligus. Rasa tegang bercampur haru dan bangga menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakannya.

“Tegang, terharu, dan bangga,” ungkapnya.

Momen tersebut juga semakin berkesan karena Novi menjalankan tugas di hadapan kedua orang tuanya yang hadir menyaksikan langsung upacara HUT ke-81 RI.

Novi mengaku tidak menyangka dirinya mendapat kepercayaan membawa baki. Sebab, menurutnya, masih banyak anggota lain yang dinilai layak mengemban tugas tersebut.

“Jujur senang, bahkan karena enggak nyangka. Mungkin masih banyak yang layak, tapi saya dipercayakan,” tuturnya.

Ketertarikan Novi terhadap Paskibra bermula ketika dirinya duduk di kelas X. Awalnya, ia mengikuti kegiatan tersebut melalui ekstrakurikuler di sekolah. Setelah menjalani proses selama kurang lebih satu tahun, dirinya justru mendapat kesempatan menjalankan salah satu tugas penting dalam upacara kemerdekaan.

Pengalaman menjadi bagian dari Paskibra juga turut membentuk kepercayaan dirinya. Ia merasakan langsung bagaimana latihan kedisiplinan, ketahanan fisik dan pembentukan mental menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas.

Ke depan, Novi memiliki cita-cita untuk menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Keinginan tersebut terinspirasi dari sang ayah yang ingin ia ikuti jejaknya.

“Rencana ke depan mau daftar polisi. Mau ikut kayak bapak aja,” katanya.

Kepada teman-teman dan adik kelas yang ingin mengikuti Paskibra, Novi berpesan agar tidak mudah menyerah dalam menjalani proses latihan. Menurutnya, kesiapan menjadi anggota Paskibra tidak hanya membutuhkan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mental dan fisik yang kuat.

“Banyak-banyak latihan, belajar, percaya diri, biar bisa jadi pas keberangkatan juga, membuat mental dan fisik,” pesannya.

Bagi Novi, kepercayaan membawa baki pada HUT ke-81 RI menjadi pengalaman berharga yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Dari pengalaman tersebut, ia tidak hanya belajar tentang kedisiplinan dan tanggung jawab, tetapi juga semakin percaya diri untuk mengejar cita-citanya di masa depan. (dip)

Editor : Azward Halim
malinau