Sekitar 50 Cabor Porprov Bakal Dipusatkan di Malinau Kota

Eliazar Simon • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:37 WIB
DIPUSATKAN: Pemkab Malinau menyiapkan mayoritas venue direncanakan dipusatkan di kawasan perkotaan Malinau. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
DIPUSATKAN: Pemkab Malinau menyiapkan mayoritas venue direncanakan dipusatkan di kawasan perkotaan Malinau. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

MALINAU – Kabupaten Malinau menyiapkan strategi khusus untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026. Dari sekitar 50 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, mayoritas venue direncanakan dipusatkan di kawasan perkotaan Malinau.

Wakil Sekretaris III KONI Malinau, William Gerson mengatakan, pemusatan lokasi pertandingan menjadi salah satu opsi yang dibahas dalam persiapan Porprov. Langkah tersebut dinilai dapat memudahkan mobilitas kontingen sekaligus mendukung koordinasi pertandingan.

“Berdasarkan pertemuan kami, kemungkinan besar semua ditarik ke kota. Jadi kami akan memusatkan semua kegiatan olahraga di wilayah kota,” ujar William.

Pemusatan venue juga dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas yang sudah tersedia di Malinau. Sejumlah venue tidak perlu dibangun dari awal karena telah tersedia dan sebelumnya digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga.

Salah satunya venue voli pantai yang telah digunakan dalam Bupati Malinau Cup. Fasilitas menembak juga telah tersedia untuk nomor jarak jauh maupun jarak pendek. Sementara cabang olahraga panahan direncanakan menggunakan venue yang berada di wilayah Malinau Kota.

“Kalau voli pantai sudah posisi ready. Yang lainnya hanya perlu perbaikan-perbaikan saja,” jelasnya.

Meski demikian, tantangan lain muncul dalam pengaturan jadwal pertandingan. Sebab, dengan jumlah cabor yang mencapai sekitar 50, sejumlah cabang olahraga kemungkinan akan menggunakan venue yang sama.

Karena itu, pengaturan jadwal akan menjadi bagian penting yang harus disiapkan secara matang. Pengelola venue harus memastikan tidak terjadi benturan jadwal dan setiap arena dapat digunakan sesuai kebutuhan pertandingan.

Di sisi lain, KONI Malinau bersama pemerintah daerah juga terus mengejar penyelesaian berbagai pembenahan fasilitas. Progres persiapan disebut sudah berjalan sejak Juni dan Juli.

Stadion menjadi salah satu fasilitas yang masih mendapatkan pembenahan. Selain fasilitas utama, sarana pendukung seperti toilet serta akses keluar-masuk juga menjadi perhatian.

Pembenahan tersebut ditujukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan atlet, ofisial serta penonton, terutama ketika venue digunakan dalam pembukaan maupun selama pertandingan.

William mengatakan target seluruh pekerjaan dapat rampung September atau paling lambat awal Oktober. Setelah itu, venue akan masuk tahapan pengecekan dan uji coba.

“Pokoknya sebelum pengecekan venue dan uji coba venue itu sudah selesai semua,” katanya.

Uji coba venue sendiri tidak harus dilakukan terhadap seluruh cabor. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing venue dan hasil koordinasi dengan PB Porprov.

William mengakui persiapan menuju Porprov dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Karena itu, sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar pelaksanaan tidak hanya sukses sebagai ajang kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh kontingen.

“Dalam waktu yang cukup singkat ini mungkin hanya butuh kerja sama bersama-sama dengan KONI provinsi maupun kabupaten/kota yang ada di Kaltara,” ujarnya.

Mengenai anggaran rehabilitasi, William belum mengetahui secara pasti total dana yang disiapkan. Sebab, pembenahan melibatkan sejumlah perangkat daerah dengan kebutuhan berbeda-beda.

Namun, dukungan Pemkab Malinau terhadap pelaksanaan Porprov dinilai cukup besar. Hal itu terlihat dari berbagai pembenahan venue dan fasilitas pendukung yang dilakukan menjelang pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Kaltara tersebut.

Dengan mayoritas venue diarahkan terkonsentrasi di kawasan perkotaan, Malinau kini tidak hanya mengejar kesiapan fisik arena pertandingan. Pengaturan jadwal, akses peserta, keamanan, kenyamanan hingga koordinasi antarpanitia menjadi pekerjaan lanjutan yang harus dituntaskan sebelum atlet dari seluruh Kaltara berdatangan. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
porprov kaltara kaltara malinau olahraga