Didominasi Atlet Muda, 230 Pecatur Tanding di BMC untuk Persiapan Porprov Kaltara II 2026

Dip Ratar • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 04:55 WIB
PECATUR MUDA: Atlet Muda Pecatur Malinau saat tanding di BMC 2026, di Ruang Tebengan Kantor Bupati Malianu. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
PECATUR MUDA: Atlet Muda Pecatur Malinau saat tanding di BMC 2026, di Ruang Tebengan Kantor Bupati Malianu. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Sebanyak 230 pecatur dari berbagai kategori usia ambil bagian dalam turnamen catur Bupati Malinau Cup (BMC) 2026 yang resmi dimulai pada Jumat (7/8). Selain menjadi bagian dari rangkaian BMC, kejuaraan ini dimanfaatkan sebagai ajang pembinaan sekaligus seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara II yang akan digelar pada November mendatang.

Wakil Bupati Malinau yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Malinau, Jakaria, mengatakan turnamen tersebut akan berlangsung selama empat hari dengan mempertandingkan lima hingga enam kelompok kategori.

“Hari ini ada lebih dari 230 peserta yang mengikuti turnamen di berbagai tingkatan. Selama kurang lebih empat hari mereka akan bertanding, sekaligus menjadi bagian dari persiapan kita menghadapi Porprov Kalimantan Utara pada November nanti,” kata saat diwawancarai Radar Tarakan, Jumat (7/8).

Ia mengungkapkan, tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga catur di Kabupaten Malinau. Menurutnya, sekitar 80 persen peserta merupakan anak-anak dan remaja yang masih memiliki peluang besar untuk dibina menjadi atlet berprestasi.

“Saya melihat pesertanya didominasi anak-anak muda. Kurang lebih 80 persen merupakan generasi muda yang potensinya masih bisa terus kita kembangkan dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Jakaria menilai regenerasi atlet merupakan kunci agar prestasi catur Malinau terus meningkat. Karena itu, berbagai kejuaraan terus digelar secara rutin, mulai dari BMC, turnamen antarpelajar, hingga kejuaraan terbuka.

Ke depan, Percasi Malinau juga berencana menyelenggarakan turnamen dengan skala yang lebih besar, mulai dari tingkat Kalimantan hingga nasional, bahkan menargetkan kejuaraan internasional apabila seluruh persiapan dan dukungan telah terpenuhi.

“Kami ingin ke depan Malinau bisa menjadi tuan rumah turnamen open Kalimantan, open nasional, bahkan internasional. Selain meningkatkan kualitas atlet, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana promosi daerah,” jelasnya.

Menurut Jakaria, Kabupaten Malinau memiliki modal yang cukup besar untuk mengembangkan olahraga catur. Salah satunya adalah keberadaan atlet yang telah berkiprah di tingkat internasional, seperti Michael Owen, yang diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Kita punya atlet dan master internasional dari Malinau. Ini menjadi motivasi bagi anak-anak, termasuk yang berada di wilayah pelosok, bahwa mereka juga memiliki kesempatan meraih prestasi hingga tingkat internasional,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malinau bersama KONI dan seluruh pengurus cabang olahraga akan terus mendorong pelaksanaan kompetisi sebagai upaya menjaring bibit-bibit atlet terbaik.

Menurutnya, semakin banyak atlet Malinau yang tampil di berbagai kejuaraan luar daerah, semakin besar pula peluang memperkenalkan potensi daerah di tingkat regional, nasional maupun internasional.

“Pak Bupati sudah berpesan kepada KONI dan seluruh pengurus cabang olahraga agar terus melakukan pembinaan dan kompetisi untuk mencari bibit-bibit unggul. Harapannya, atlet-atlet Malinau mampu menjadi duta daerah dan mengharumkan nama Kabupaten Malinau di berbagai ajang,” pungkasnya. (dip)

Editor : Azward Halim
malinau