AKBP Anton Awali Kepemimpinan di Polres Malinau Dengan Prioritaskan Evaluasi Kinerja

Dip Ratar • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 04:17 WIB
BARU: Kapolres Malinau, AKBP Dr. M. Anton Satriadi saat diwawancarai perdana oleh Radar Tarakan, Senin (3/8). FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
BARU: Kapolres Malinau, AKBP Dr. M. Anton Satriadi saat diwawancarai perdana oleh Radar Tarakan, Senin (3/8). FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Kepemimpinan di Polres Malinau resmi memasuki babak baru dengan mulai bertugasnya AKBP Dr. M. Anton Satriadi. Sebagai kapolres yang baru, ia menegaskan akan memulai masa kepemimpinannya dengan melakukan audit kesehatan organisasi untuk memetakan capaian kinerja sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Kabupaten Malinau.

Kedatangan Kapolres disambut Wakapolres Malinau Kompol Yulius Heri Subroto bersama para pejabat utama (PJU), para Kapolsek jajaran, personel Polres Malinau, aparatur sipil negara (ASN) Malinau, pengurus Bhayangkari Cabang Malinau, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malinau, di Markas Komando (Mako) Polres Malinau, Senin (3/8).

Dalam pernyataan perdananya kepada awak media, AKBP Anton menegaskan langkah awal yang akan dilakukan bukan langsung meluncurkan program baru, melainkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap organisasi.

“Untuk kedatangan pertama ini, kami melakukan audit atau uji kesehatan organisasi. Kami ingin melihat pencapaian kinerja, mencari bagian-bagian yang masih perlu dioptimalkan, termasuk menindaklanjuti berbagai atensi dari Bapak Kapolri, Bapak Kapolda, maupun kebijakan pimpinan lainnya,” ujarnya saat diwawancarai Radar Tarakan, Senin(3/8).

Menurutnya, seluruh program yang dijalankan Polres Malinau nantinya akan mengacu pada kebijakan pimpinan Polri. Apabila ditemukan celah atau kekurangan dalam pelaksanaan tugas, maka akan disusun langkah-langkah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

“Program yang saya bawa tentu menyesuaikan program pimpinan. Kalau nanti ditemukan gap atau kekurangan dalam kinerja, baru kita sesuaikan program apa yang perlu dikembangkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan tugas pokok Polri tetap menjadi prioritas utama, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, hingga pelayanan kepada masyarakat.

“Tugas pokok Polri wajib dilaksanakan. Tinggal bagaimana kita mengemas dan menentukan program unggulan yang paling sesuai dengan kondisi di wilayah Malinau,” jelasnya.

Mengenai hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Malinau, AKBP Anton mengatakan dirinya baru melakukan pertemuan awal dengan jajaran pemerintah daerah. Menurutnya, komunikasi yang lebih intensif akan dilakukan setelah menerima laporan satuan dan hasil evaluasi internal.

“Saya baru masuk dan baru bertemu. Kami sudah saling bertukar kontak. Setelah menerima laporan satuan dan hasil audit organisasi, baru kami petakan potensi-potensi yang dapat mendukung terwujudnya kamtibmas di Kabupaten Malinau,” katanya.

Kapolres juga menegaskan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

“Wajib hukumnya kita bersinergi. Tanpa koordinasi dan komunikasi yang aktif dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan, mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif akan sulit. Dengan komunikasi yang baik, kami berharap keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Malinau dapat terus terjaga sesuai harapan bersama,” tutupnya. (dip)

Editor : Azward Halim
malinau