MALINAU - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara masih menghadapi kekurangan personel yang cukup besar. Dari kebutuhan ideal, jumlah personel yang tersedia saat ini baru mencapai sekitar 40 persen, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 60 persen. Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung menjadi dua wilayah yang masih membutuhkan tambahan anggota Polri.
Hal tersebut disampaikan Wakapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., dalam wawancaranya bersama Radar Tarakan usai memimpin Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Utara, Kabupaten Malinau beberapa waktu lalu.
Brigjen Pol. Yusuf mengatakan, keterbatasan personel menjadi tantangan bagi Polda Kaltara dalam memberikan pelayanan kepolisian di wilayah yang memiliki kondisi geografis cukup luas.
"Kalau kondisi wilayah, kebutuhan kita itu yang tersedia baru 40 persen, seluruh Polda Kalimantan Utara ya baru 40 persen saja, yang 60 persen masih kurang. Sehingga banyak pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh beberapa orang itu dikerjakan satu orang," ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan personel paling banyak masih berada di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung sehingga menjadi perhatian dalam pemenuhan kebutuhan anggota Polri ke depan.
"Kebutuhan yang banyak, ya termasuk Malinau, kemudian Tana Tidung. Tana Tidung sebenarnya masih kurang banyak," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan personel tersebut, Polda Kaltara terus menyiapkan sumber daya manusia melalui Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 yang saat ini diikuti sebanyak 66 siswa di SPN Polda Kalimantan Utara.
Meski demikian, Wakapolda mengungkapkan SPN Polda Kaltara sebenarnya masih memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibanding jumlah peserta didik yang diterima saat ini.
"Kalau kita melihat kebutuhan bahwa sekarang ini yang dididik di sini ada 66. Seharusnya kalau kita secara fasilitas dan sebagainya, seharusnya 350 lagi sebenarnya kita masih mampu. Karena tenaga pendidik yang ada di sini ada 72. Karena memang menyangkut masalah anggaran dan sebagainya. Kalau di sini siap menampung 350 peserta didik," jelasnya.
Selain menyiapkan personel untuk memenuhi kebutuhan organisasi, pendidikan Bintara Polri tahun ini juga diarahkan untuk menghasilkan anggota Polri yang mampu menghadapi perkembangan zaman. Para peserta didik tidak hanya dibekali kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga penguatan karakter, profesionalisme, kemampuan teknologi informasi, serta pemahaman mengenai artificial intelligence (AI).
Melalui pendidikan tersebut, diharapkan para calon Bintara Polri dapat menjadi personel yang profesional, berintegritas, serta mampu memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan Utara yang masih membutuhkan tambahan personel. (dip)
Editor : Azward Halim