Masuk Karisma Event Nusantara, Festival Budaya Irau Digelar pada HUT Ke-27 Malinau

Dip Ratar • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 03:26 WIB
IRAU: Prosesi Adat Dayak Kayan pada Festival Budaya Irau ke-11 tahun 2025. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
IRAU: Prosesi Adat Dayak Kayan pada Festival Budaya Irau ke-11 tahun 2025. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memastikan Festival Budaya Irau tetap digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau pada Oktober 2026. Perhelatan budaya tahunan tersebut akan dikemas lebih sederhana dengan berfokus pada pelestarian seni dan budaya daerah.

Kepala Disbudpar Malinau, Kristian Radang, mengatakan pelaksanaan Irau menjadi agenda yang harus tetap dilaksanakan setiap tahun setelah resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program Kementerian Pariwisata yang menghimpun event-event unggulan daerah di Indonesia.

“Tahun ini sesuai dengan upaya pemerintah, karena Irau itu sudah masuk dalam Karisma Event Nusantara. Syaratnya memang harus dirayakan setiap tahun. Tahun ini tetap dilaksanakan, hanya formatnya berupa festival budaya saja,” ujarny saat diwawancarai Radar Tarakan, Senin (27/7)..

Masuknya Irau Malinau ke dalam Karisma Event Nusantara menjadi pengakuan atas konsistensi Pemda Malinau dalam melestarikan budaya sekaligus mengembangkan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal. Pada penyelenggaraan Irau ke-11 tahun lalu, berbagai atraksi budaya dari beragam suku dan paguyuban di Kabupaten Malinau ditampilkan, mulai dari ritual adat, pertunjukan seni tradisional, pameran budaya hingga promosi potensi wisata daerah. Keberhasilan penyelenggaraan tersebut menjadi salah satu modal penting hingga Irau Malinau ditetapkan sebagai bagian dari KEN.

Kristian menjelaskan, konsep penyelenggaraan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya Irau dirangkaikan dengan pameran pembangunan dan berbagai kegiatan lainnya, kali ini pemerintah lebih memusatkan perhatian pada festival seni dan budaya.

“Jadi tidak seperti Irau yang ada pameran dan seterusnya. Kita lebih fokus kepada festival seni dan budaya,” katanya.

Festival Budaya Irau direncanakan berlangsung selama enam hari, mulai 20 Oktober hingga 26 Oktober 2026 atau bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau. Selama pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni budaya serta pawai budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Nanti ada pawai budaya juga. Rencana tanggal 20 mulai dan berakhir tanggal 26 pada saat hari ulang tahun Kabupaten Malinau,” ungkapnya.

Meski dikemas lebih sederhana, Kristian menegaskan hal itu tidak mengurangi makna dari perayaan Irau. Menurutnya, yang terpenting adalah tradisi tersebut tetap terlaksana sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.

“Kalau besar atau kecil itu relatif, yang penting kegiatan ini tetap kita lakukan, fokus kepada festival seni dan budaya,” tuturnya.

Selain pertunjukan budaya, Disbudpar juga berharap perayaan HUT ke-27 Kabupaten Malinau dapat kembali menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Meski belum dipastikan, peluang mendatangkan artis masih terbuka. 

“Ya kita doakan saja supaya ada artis lagi,” pungkasnya. (dip)

Editor : Azward Halim
budaya malinau