MALINAU – Transformasi digital dalam pelayanan publik dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan. Pemerintah Kabupaten Malinau pun menyatakan siap mempercepat penerapan layanan berbasis digital agar masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien.
Saat dikonfirmasi, Bupati Malinau Wempi W. Mawa mengatakan, penerapan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pelabuhan Speedboat Malinau menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mengikuti perkembangan teknologi. Ia menegaskan pihaknya akan menerapkan tehknologi secara masif dalam berbagai layanan termasuk mulai melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha UMKM agar menggunakan QRIS.
"Kita tahu QRIS merupakan aplikasi yang memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi kepada masyarakat sehingga tidak perlu lagi melakukan transaksi secara tunai. Dengan fasilitas yang tersedia, pelayanan melalui digitalisasi akan semakin cepat," ujarnya, Selasa (21/7).
Menurut Wempi, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Karena itu, pemerintah daerah akan terus menyiapkan fasilitas pendukung agar digitalisasi dapat diterapkan secara lebih luas.
"Kami percaya teknologi digital hadir bukan untuk memperumit, tetapi justru mempermudah, termasuk mempercepat pelayanan publik. Digitalisasi sudah menjadi kebutuhan mendasar sehingga fasilitas pendukungnya harus terus disiapkan," katanya.
Ia memastikan Pemkab Malinau akan terus memperkuat kerja sama dengan Bank Indonesia dan perbankan agar implementasi layanan digital tidak hanya berkembang di sektor transportasi, tetapi juga menjangkau berbagai layanan publik lainnya.
"Kami akan terus bersinergi dengan Bank Indonesia dan perbankan agar transformasi digital di Kabupaten Malinau semakin berkembang dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT