Nobar Piala Dunia Jadi Magnet Warga dan UMKM, Pemkab Malinau Dinilai Berhasil Hidupkan Ruang Publik

Dip Ratar • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 16:04 WIB
NOBAR: Ratusan warga yang memadati Panggung Padan Liu Burung Malinau pada acara nobar Final Piala Dunia. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
NOBAR: Ratusan warga yang memadati Panggung Padan Liu Burung Malinau pada acara nobar Final Piala Dunia. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Euforia final Piala Dunia 2026 ternyata tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat Kabupaten Malinau. Kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar Pemerintah Kabupaten Malinau di kawasan Panggung Padan Liu Burung meninggalkan dampak yang lebih luas, mulai dari menggeliatnya aktivitas pelaku UMKM hingga terciptanya ruang berkumpul masyarakat yang selama ini jarang terlihat dalam satu momentum.

Ratusan warga dari berbagai penjuru Malinau memadati kawasan Padan Liu Burung sejak dini hari untuk menyaksikan laga puncak antara Spanyol dan Argentina. Mereka datang bersama keluarga, kerabat hingga komunitas, menjadikan kawasan pusat pemerintahan itu dipenuhi lautan penonton yang larut dalam atmosfer pertandingan sepak bola terbesar di dunia.

Di balik sorak-sorai pendukung kedua tim, kegiatan tersebut juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Sejumlah pedagang makanan, minuman, hingga camilan memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung untuk berjualan di sekitar lokasi. Kehadiran UMKM menjadi pelengkap suasana nobar sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah turut menyiapkan berbagai hadiah doorprize yang semakin menambah antusiasme masyarakat. Mulai dari kulkas dua pintu sebagai hadiah utama, mesin cuci, tas rotan hingga berbagai hadiah menarik lainnya dibagikan kepada warga melalui undian.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas bukan hanya sebagai ajang menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi wadah mempererat kebersamaan masyarakat.

Menurutnya, final Piala Dunia merupakan momentum yang disaksikan masyarakat di seluruh dunia, sehingga sudah semestinya masyarakat Malinau juga dapat menikmati suasana yang sama secara bersama-sama.

"Pagi ini kita di seluruh dunia sama-sama menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Luar biasa," ujarnya.

Ia menilai pertandingan berlangsung menarik hingga akhirnya Spanyol berhasil keluar sebagai juara dunia setelah mampu tampil lebih efektif sepanjang laga.

"Pada akhirnya sampai ke puncak juara adalah Spanyol. Walaupun Argentina juga berusaha maksimal, tetapi keberuntungan berpihak kepada Spanyol yang luar biasa dalam menyatukan tim dan mengorganisir serangan-serangan ke jantung pertahanan Argentina. Selamat kepada Argentina yang sudah mencapai final dan selamat kepada Spanyol yang menjadi juara Piala Dunia 2026," katanya.

Wempi mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa ruang-ruang publik masih sangat dibutuhkan sebagai tempat berkumpul sekaligus menikmati hiburan bersama. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang ikut berpartisipasi menyediakan hadiah maupun membantu kelancaran acara.

"Untuk menggembirakan masyarakat, ada beberapa doorprize yang disiapkan, termasuk dari beberapa masyarakat yang ikut berpartisipasi karena euforia dan semangat nonton bareng Piala Dunia di Padan Liu Burung. Antusiasme masyarakat benar-benar luar biasa," ungkapnya.

Bagi masyarakat, nobar tersebut menghadirkan pengalaman berbeda dibanding menyaksikan pertandingan dari rumah. Sorak-sorai saat gol tercipta, tepuk tangan, hingga interaksi antarpenonton menciptakan suasana kebersamaan yang jarang ditemui dalam aktivitas sehari-hari.

Salah seorang warga, Andi Saputra, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati atmosfer final Piala Dunia bersama ratusan warga lainnya. Pendukung Timnas Spanyol itu mengaku puas karena tim favoritnya berhasil mengangkat trofi juara dunia.

"Senang sekali Spanyol bisa menjadi juara Piala Dunia 2026. Pertandingannya sangat seru dan suasana nobar seperti ini jauh lebih meriah dibanding menonton sendiri di rumah," ujarnya.

Menurut Andi, kegiatan semacam itu layak dipertahankan karena mampu menghadirkan hiburan yang murah sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Ia juga menilai kehadiran para pelaku UMKM membuat kegiatan semakin hidup karena masyarakat dapat menikmati berbagai makanan dan minuman selama pertandingan berlangsung.

"Kami sangat mengapresiasi pemerintah yang sudah memfasilitasi acara nobar ini. Selain bisa menikmati pertandingan bersama, masyarakat juga bisa bersilaturahmi dan bertemu teman-teman. UMKM juga ikut bergerak, ditambah ada doorprize sehingga suasananya semakin meriah. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan pada momen-momen besar lainnya," tuturnya.

Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa agenda publik yang dikemas secara sederhana tetap mampu menarik perhatian warga apabila menghadirkan pengalaman bersama. Selain menjadi hiburan, kegiatan semacam ini juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM sekaligus memperkuat fungsi ruang publik sebagai tempat berkumpul masyarakat. (*dip)

 

 

 

Editor : Azward Halim
malinau