Si Jago Merah Melalap Empat Rumah di Pulau Sapi, Seluruh Harta Benda Korban Tak Terselamatkan

Dip Ratar • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:56 WIB
LUDES: Kobaran api menghanguskan empat rumah warga di Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Selasa (21/7 dini hari. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
LUDES: Kobaran api menghanguskan empat rumah warga di Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Selasa (21/7 dini hari. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Pulau Sapi RT 07, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, pada Selasa (21/7) malam. Sedikitnya empat unit rumah warga ludes dilalap si jago merah dan mengakibatkan 21 jiwa terdampak serta kehilangan tempat tinggal.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau, Tjito Widjaja, melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran, Rury Ahmad Sururie, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga pada pukul 23.57 WITA.

“Begitu menerima laporan, personel dan armada dari Pos Mentarang, Pos Malinau Barat, dan Pos Induk langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke bangunan lainnya,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, seorang anak bernama Arsen menjadi orang pertama yang melihat kobaran api yang telah membesar di bagian belakang rumah milik Nerlison. Saat kejadian, Nerlison diketahui sedang berada di loteng rumahnya dan sempat mendengar suara ledakan ketika api mulai membesar.

Petugas pemadam kebakaran segera mengerahkan 30 personel beserta sejumlah armada menuju lokasi. Unit pertama dari Pos Mentarang tiba sekitar pukul 00.05 WITA dan langsung melakukan upaya pemadaman serta penyekatan untuk menghambat perambatan api ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Api yang sudah membesar membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Petugas tidak hanya fokus memadamkan kobaran api, tetapi juga melakukan upaya back up terhadap bangunan yang berada di sekitar titik kebakaran agar tidak ikut terbakar.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Penanganan di lokasi berlangsung hingga pukul 02.30 WITA dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.

Akibat kebakaran tersebut, empat unit rumah tinggal dilaporkan terbakar habis. Rumah milik Nerlison yang dihuni enam jiwa, rumah milik Yonatan yang dihuni enam jiwa, rumah milik Yagung yang dihuni enam jiwa, serta rumah milik Daniel yang dihuni tiga jiwa tidak dapat diselamatkan dari amukan api.

Selain rumah tinggal, dua bangunan dapur juga mengalami kerusakan. Dapur milik Welson, anak dari Daniel, mengalami kerusakan akibat pembongkaran dinding seng yang dilakukan petugas sebagai langkah penyelamatan untuk mencegah api meluas. Sementara itu, dapur milik Lemius mengalami kerusakan akibat upaya penyekatan perambatan api.

Seluruh harta benda milik para korban dilaporkan hangus terbakar dan tidak sempat diselamatkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, istri Nerlison mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan.

Selain kerugian material, para korban juga mengalami dampak psikologis berupa kepanikan, ketakutan, dan trauma akibat musibah kebakaran yang terjadi di tengah malam tersebut.

Rury menjelaskan, berdasarkan informasi awal di lapangan, titik awal kebakaran diduga berasal dari bagian belakang rumah milik Nerlison. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak yang berwenang.

“Api sudah dalam kondisi membesar saat petugas tiba di lokasi sehingga diperlukan pengerahan personel dan armada secara maksimal untuk mengendalikan kebakaran,” katanya.

Dalam penanganan kejadian ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau mengerahkan satu unit mobil rescue, satu unit mobil komando, tiga unit mobil tembak, satu unit mobil supply, serta dua unit mesin portable. Proses pemadaman juga mendapat dukungan dari pihak PLN dan masyarakat setempat.

Saat ini, lokasi kebakaran telah dinyatakan aman setelah dilakukan pendinginan secara menyeluruh dan dipastikan tidak terdapat lagi titik api yang dapat memicu kebakaran susulan. (*dip)

Editor : Azward Halim
malinau