Pelabuhan Malinau Resmi Jadi Pelabuhan Keempat Terapkan QRIS di Kaltara

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 13:18 WIB
DIGITALISASI PELABUHAN: Bupati Malinau Wempi W. Mawa bersama KPwBI Provinsi Kalimantan Utara Agus Taufik melakukan soft launching Pelabuhan Malinau SIAP QRIS di Halaman Pelabuhan Malinau. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
DIGITALISASI PELABUHAN: Bupati Malinau Wempi W. Mawa bersama KPwBI Provinsi Kalimantan Utara Agus Taufik melakukan soft launching Pelabuhan Malinau SIAP QRIS di Halaman Pelabuhan Malinau. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

MALINAU – Transformasi digital di sektor transportasi sungai terus diperluas di Kalimantan Utara. Pelabuhan Speedboat Malinau kini resmi menjadi pelabuhan keempat di provinsi tersebut yang menerapkan sistem pembayaran non-tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Peluncuran tersebut ditandai dengan Soft Launching Pelabuhan Malinau SIAP QRIS yang digelar di Halaman Pelabuhan Malinau, Selasa (21/7).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara Agus Taufik mengatakan, penerapan QRIS di kawasan pelabuhan merupakan bagian dari upaya mempercepat digitalisasi sistem pembayaran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Malinau, Dinas Perhubungan serta perbankan.

"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk dapat bergabung dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Utara. Saya berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus diperkuat dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, termasuk melalui percepatan digitalisasi sistem pembayaran," katanya, Selasa (21/7).

Agus menjelaskan, Pelabuhan SIAP QRIS merupakan program digitalisasi yang diinisiasi KPwBI Provinsi Kalimantan Utara bersama Dinas Perhubungan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Program tersebut bertujuan mentransformasi ekosistem transaksi di kawasan pelabuhan agar lebih efisien, transparan, dan inklusif melalui pemanfaatan sistem pembayaran berbasis QRIS. Ia mengungkapkan inisiatif tersebut telah dimulai sejak September 2025 melalui peluncuran program DIGI-PORT bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara. Pada tahap awal, QRIS dimanfaatkan sebagai kanal pembayaran retribusi kepelabuhanan melalui Bankaltimtara guna meningkatkan efisiensi sekaligus transparansi penerimaan daerah.

"Program ini kemudian diperkuat dalam High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalimantan Utara. Seluruh kepala daerah di Kaltara saat itu menyepakati agar pelabuhan menyediakan alternatif pembayaran non-tunai, baik untuk pembelian tiket penumpang maupun transaksi pendukung lainnya," terangnya.

Lanjutnya, implementasi dilakukan secara bertahap. Pelabuhan Tengkayu I Tarakan menjadi pelabuhan pertama yang menerapkan SIAP QRIS pada Desember 2025, disusul Pelabuhan Kayan II Kabupaten Bulungan pada April 2026 dan Pelabuhan Liem Hie Djung Kabupaten Nunukan pada Mei 2026.

"Sehingga Pelabuhan Speedboat Malinau menjadi pelabuhan yang SIAP menerima transaksi QRIS keempat se-Kalimantan Utara. Hari ini kita melanjutkan langkah digitalisasi tersebut melalui Soft Launching Pelabuhan Malinau SIAP QRIS sebagai wujud komitmen bersama dalam memperluas implementasi transaksi non-tunai di pelabuhan," terangnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
bank indonesia malinau qris