MALINAU - Banjir besar yang merendam Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, pada Senin (13/7) lalu kini telah surut. Memasuki tahap pemulihan, warga bersama tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Malinau, Polri, BPBD, Damkar, serta personel Yonif 614/Raja Pandhita mulai memfokuskan upaya pembersihan sejumlah sekolah dan fasilitas umum yang terdampak banjir.
Kepala Desa Belayan, Midun Haris, mengatakan banjir terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hingga dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Curah hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Semendurut meluap dan bertemu dengan air pasang Sungai Malinau sehingga air dengan cepat menggenangi permukiman warga.
“Hujan tidak berhenti sampai dini hari sehingga Sungai Semendurut meluap besar dan memasuki permukiman warga. Air juga bertemu dengan pasang Sungai Malinau sehingga menyebabkan banjir yang cukup besar di Desa Belayan,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Rabu (15/7).
Banjir merendam permukiman warga di RT 1, RT 2, RT 3, dan RT 4 Desa Belayan. Selain itu, wilayah Desa Putat, Desa Salap, dan Desa Kaliamok juga turut terdampak akibat luapan air.
Pada pagi hari, ketinggian air masih terus meningkat sehingga pemerintah daerah bersama tim gabungan segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga. Bupati Malinau, Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, sejumlah kepala OPD, BPBD, Damkar, Polri, serta personel Yonif 614/Raja Pandhita diterjunkan untuk membantu penanganan banjir.
Warga yang terdampak, terutama bayi dan lansia, dievakuasi ke lokasi yang lebih aman di depan Gereja Katolik Desa Belayan. “Sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WITA tim dari Pemda datang ke lokasi bersama TNI dan Polri untuk mengevakuasi warga yang terdampak, terutama bayi dan lansia,” kata Midun.
Pasca banjir, pembersihan sekolah dan fasilitas umum menjadi salah satu prioritas utama mengingat sarana dan prasarana tersebut merupakan fasilitas publik yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Upaya pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama tim gabungan agar layanan pendidikan dan pelayanan publik dapat segera kembali berjalan normal.
Fasilitas yang dibersihkan meliputi sekolah, balai adat, posyandu lansia, serta sejumlah fasilitas umum lainnya. Pemkab Malinau juga mengerahkan kendaraan dan peralatan untuk mempercepat proses pembersihan dari lumpur dan material yang terbawa banjir.
Midun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan banjir di Desa Belayan, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Polri, hingga personel Yonif 614/Raja Pandhita yang turut terlibat dalam proses evakuasi dan pembersihan pasca banjir.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas bantuan tenaga dan dukungan dari seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Desa Belayan dalam menghadapi bencana banjir ini,” tuturnya.
Saat ini, masyarakat bersama tim gabungan masih terus melakukan pembersihan sisa lumpur dan material banjir di sejumlah fasilitas umum dan lingkungan permukiman warga agar dapat segera digunakan kembali dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan seperti semula. (*dip)
Editor : Azward Halim