0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Hari Pertama Sekolah di Awal Tahun Ajaran Baru, Dua Sekolah di Malinau Libur Terdampak Banjir

Dip Ratar • Kamis, 16 Juli 2026 | 01:34 WIB
BANJIR: Kondisi banjir yang menggenang SDN 006 Belayan, Kecamatan Malinau Utara pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7). FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
BANJIR: Kondisi banjir yang menggenang SDN 006 Belayan, Kecamatan Malinau Utara pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7). FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Hari pertama masuk sekolah pada awal Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Malinau, Senin (13/7), secara umum berlangsung lancar. Namun, dua sekolah dasar di Kecamatan Malinau Utara terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar sementara akibat banjir yang merendam lingkungan sekolah.

Dua sekolah tersebut yakni SDN 004 Putat dan SDN 006 Belayan. Kondisi banjir yang masih cukup tinggi membuat aktivitas belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan sehingga sekolah memutuskan meliburkan siswa hingga situasi memungkinkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Dr. Muhammad Fiteriady, mengatakan pada hari pertama masuk sekolah pihaknya telah menugaskan jajaran Dinas Pendidikan untuk melakukan monitoring ke sejumlah satuan pendidikan. Pemantauan dilakukan sekaligus melihat kondisi sekolah yang terdampak banjir.

“Jadi hari ini memang hari pertama masuk sekolah sesuai dengan surat edaran. Kami juga mengimbau ke semua orang tua untuk bisa mengantar atau mendampingi anak ketika hari pertama masuk sekolah. Kemudian melalui Dinas Pendidikan, kami sudah menugaskan teman-teman untuk melakukan monitoring dan pengawasan kegiatan di sekolah di hari pertama,” ujarnya saat diwawancarai Radar Tarakan usai monitoring sekolah.

Selain melakukan pemantauan, dirinya bersama Bupati Malinau juga meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Malinau Utara. Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan dua sekolah yang harus diliburkan sementara karena ruang belajar terendam banjir.

“Jadi ada beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Malinau Utara yang terdampak banjir yang sejatinya harusnya masuk hari ini, kita liburkan untuk menyesuaikan kondisi yang ada,” katanya.

Fiteriady menyebut dua sekolah yang diliburkan adalah SDN 006 Belayan dan SDN 004 Putat. Bahkan untuk menuju lokasi, rombongan harus menggunakan perahu ketinting karena akses darat tidak dapat dilalui.

“Yang tadi kami lakukan kunjungan itu di Putat kemudian Belayan. Ada dua sekolah itu, SD di Belayan itu SD 06, kemudian di Putat itu SD 04. Kami tidak bisa masuk langsung ke dalam karena terhalang banjir. Yang bisa kami lakukan hanya meninjau lokasi di Belayan, itu pun menggunakan ketinting bersama Pak Bupati,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan secara umum pelaksanaan hari pertama sekolah di Kabupaten Malinau berjalan tanpa kendala berarti. Dinas Pendidikan juga terus memantau laporan dari sekolah-sekolah di wilayah pedalaman dan perbatasan.

“Secara keseluruhan tidak ada. Kami juga lagi memantau teman-teman yang ada di daerah pedalaman dan perbatasan bagaimana kondisinya. Memang laporan satu-satu masuknya menyesuaikan kondisi jaringan. Mudah-mudahan aman, sejauh yang saya pantau sampai hari ini kondisinya cukup aman dan terkendali,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan juga telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem dan potensi banjir. Sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan banjir diminta mengamankan dokumen penting maupun perangkat pembelajaran agar tidak rusak apabila sewaktu-waktu banjir kembali terjadi.

Selain itu, seluruh sekolah di Kabupaten Malinau juga diingatkan agar pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tetap mengacu pada ketentuan pemerintah. (*dip)

Editor : Azward Halim
malinau