MALINAU - Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, mewakili Kabupaten Malinau dalam kegiatan Klarifikasi Lapangan Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026. Melalui berbagai inovasi, terutama di bidang ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat, Desa Belayan optimistis mampu bersaing pada ajang tingkat provinsi tersebut.
Kegiatan klarifikasi lapangan yang berlangsung di Kantor Desa Belayan, Rabu (8/7), dihadiri Tim Penilai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Utara, jajaran Pemerintah Kabupaten Malinau, Forkopim Kecamatan Malinau Utara, serta perangkat dan masyarakat Desa Belayan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Kamran Daik, menegaskan bahwa keikutsertaan Desa Belayan bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemajuan desa yang terus bertransformasi.
"Keikutsertaan Desa Belayan sebagai wakil Kabupaten Malinau bukan hanya merupakan sebuah kompetisi, tetapi menjadi momentum untuk menunjukkan proses transformasi desa yang terus bergerak maju. Hal ini sejalan dengan tema besar Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Malinau terus mendorong pembangunan yang berorientasi dari desa. Desa dipandang sebagai aktor utama dalam pembangunan, sehingga berbagai program diarahkan untuk memperkuat kemandirian, inovasi, dan daya saing masyarakat desa.
"Pemerintah Kabupaten Malinau terus memberikan perhatian terhadap pembangunan berbasis desa, karena kami meyakini bahwa membangun Indonesia harus dimulai dari membangun desa. Desa bukan lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi telah menjadi subjek dan pelaku utama pembangunan," lanjutnya.
Sebagai desa yang mewakili Kabupaten Malinau, Belayan menampilkan sejumlah inovasi unggulan. Salah satunya adalah pengembangan kebun sayuran produktif yang dikelola oleh tiga Kelompok Wanita Tani (KWT). Program tersebut tidak hanya mendukung ketersediaan pangan keluarga, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membantu pengendalian inflasi melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
"Desa Belayan hadir dengan berbagai inovasi yang menunjukkan bagaimana masyarakat desa mampu menjawab tantangan zaman, khususnya terkait ketahanan pangan, perubahan iklim, penguatan ekonomi lokal, dan pengendalian inflasi," katanya.
Selain sektor pertanian, Desa Belayan juga mengembangkan peternakan ayam potong melalui pola kemitraan dengan pihak ketiga. Sementara itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengelola objek wisata pemandian desa sebagai salah satu sumber pendapatan desa sekaligus upaya membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Kamran menilai, keberhasilan membangun desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, kelompok tani, BUMDes, dunia usaha, hingga pemerintah daerah.
"Apa yang dilakukan Desa Belayan hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju desa yang mandiri dan tangguh. Kami percaya semangat gotong royong dan inovasi masyarakat menjadi modal besar bagi kemajuan desa," terangnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Belayan beserta seluruh masyarakat atas komitmen yang telah ditunjukkan dalam membangun desa. Pemerintah Kabupaten Malinau, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan kepada desa-desa yang berprestasi, termasuk melalui dana pembinaan apabila berhasil meraih prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Utara.
"Kepada Pemerintah Desa Belayan dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi atas kerja keras, kebersamaan, dan komitmen yang telah ditunjukkan. Teruslah berinovasi, karena kemajuan Kabupaten Malinau berawal dari desa-desa yang kuat," tutupnya. (*dip)
Editor : Azward Halim