MALINAU - Pemkab Malinau terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan keterampilan kerja. Sebanyak 94 warga Malinau diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan kerja berbasis kompetensi di sejumlah Balai Pelatihan Vokasi Nasional sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Program yang difasilitasi Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malinau tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah daerah dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus mendukung Program Milenial Mandiri.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malinau, Jon Ifung, mengatakan pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu program strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas SDM, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
"Melalui pelatihan ini kami berharap peserta memperoleh keterampilan sesuai standar industri sehingga setelah selesai mengikuti pelatihan memiliki bekal yang cukup untuk bekerja ataupun berwirausaha," ujarnya.
Jon menjelaskan, pelaksanaan keberangkatan peserta sempat mengalami penundaan sekitar satu bulan akibat adanya perubahan regulasi kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan pemerintah daerah. Perubahan tersebut mengharuskan adanya penyesuaian dokumen administrasi sebelum pelatihan dapat dilaksanakan.
"Awalnya kegiatan ini dijadwalkan pada awal Juni, namun karena adanya perubahan aturan kerja sama dan penyesuaian administrasi antara kementerian dan balai pelatihan, keberangkatan peserta harus ditunda. Syukur akhirnya seluruh proses dapat diselesaikan sehingga pelatihan bisa dilaksanakan," katanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta, khususnya yang berasal dari wilayah pedalaman dan perbatasan, karena harus menunggu cukup lama hingga seluruh proses administrasi selesai.
Jon memastikan proses rekrutmen peserta dilakukan secara terbuka, transparan, dan tanpa dipungut biaya melalui website SAGET Kabupaten Malinau. Seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, wawancara hingga penetapan peserta dilakukan secara daring sehingga memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat.
Pada tahun anggaran 2026, Dinas Ketenagakerjaan menyiapkan lima jenis pelatihan dengan total 94 peserta. Tahap pertama meliputi pelatihan teknik las bagi 16 peserta di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, pelatihan teknisi air conditioner (AC) bagi 16 peserta di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, serta pelatihan servis sepeda motor injeksi bagi 16 peserta di BPVP Bandung.
Selanjutnya pada tahap kedua akan dilaksanakan pelatihan menjahit tingkat mahir bagi 16 peserta di BPVP Samarinda serta pelatihan kewirausahaan mandiri bagi 30 peserta yang akan diselenggarakan di Kabupaten Malinau.
Seluruh pembiayaan program bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malinau sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal.
Di akhir laporannya, Jon berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin, menaati seluruh ketentuan selama berada di balai pelatihan, serta menjaga nama baik Kabupaten Malinau.
"Semoga seluruh peserta dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik, memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, dan nantinya mampu berkontribusi bagi pembangunan serta kemajuan Kabupaten Malinau," tutupnya. (*dip)
Editor : Azward Halim