0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kafilah Tarakan Jadi yang Pertama Tiba, Malinau Optimalkan Pelayanan MTQ Kaltara

Dip Ratar • Senin, 29 Juni 2026 | 18:50 WIB
MTQ KALTARA: Kafilah Tarakan saat tiba di Pelabuhan Speedboat Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
MTQ KALTARA: Kafilah Tarakan saat tiba di Pelabuhan Speedboat Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Kafilah Kota Tarakan menjadi rombongan pertama yang tiba di Kabupaten Malinau untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Kedatangan para peserta disambut langsung oleh panitia di Pelabuhan Speedboat Malinau, Minggu (28/6).

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Malinau, Drs. H. Kamran Daik, mengatakan seluruh kafilah dari lima kabupaten/kota dijadwalkan tiba secara bertahap sepanjang hari Minggu. Hingga siang hari, Kafilah Kota Tarakan menjadi rombongan pertama yang tiba di Malinau.

“Hari ini seluruh peserta memang mulai berdatangan. Yang sudah sampai di Malinau baru Kafilah Tarakan. Mereka datang menggunakan tiga armada speedboat, dan dua di antaranya sudah bersandar,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Minggu (28/6).

Berdasarkan data panitia, MTQ ke-X Kaltata akan diikuti sedikitnya 438 peserta dan official. Kafilah Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau menjadi kontingen terbesar dengan masing-masing 102 orang, disusul Kabupaten Nunukan 87 orang, Kota Tarakan 81 orang, serta Kabupaten Tana Tidung sebanyak 66 orang.

Sebagai tuan rumah, Pemkab Malinau telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk memastikan kenyamanan seluruh peserta selama mengikuti MTQ. Mulai dari pemondokan, transportasi menuju arena perlombaan, hingga pelayanan bagi official dan tamu undangan telah dipersiapkan oleh panitia.

Kamran menjelaskan, biaya perjalanan dari daerah asal menuju Kabupaten Malinau menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten dan kota. Sementara itu, seluruh kebutuhan peserta selama berada di Malinau difasilitasi oleh panitia.

“Kami menyiapkan pemondokan dan transportasi selama pelaksanaan MTQ. Harapannya seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan nyaman,” katanya.

Untuk Kafilah Kota Tarakan, panitia telah menempatkan peserta di dua lokasi pemondokan, yakni River View dan Aco Borneo. Sementara itu, Kafilah Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah juga mulai menempati penginapan sejak pagi hari.

Menurut Kamran, langkah tersebut dilakukan agar kapasitas hotel yang terbatas dapat diprioritaskan bagi tamu dari luar daerah. Bahkan, sebagian tamu juga akan menginap di rumah keluarga karena tingginya kebutuhan akomodasi selama pelaksanaan MTQ.

“Kita prioritaskan tamu dari luar. Karena keterbatasan hotel di Malinau, ada juga tamu yang menginap di rumah keluarga,” ujarnya.

Panitia juga telah menyusun jadwal kedatangan kafilah lainnya. Kafilah Kabupaten Nunukan diperkirakan tiba sekitar pukul 12.30 hingga 13.00 WITA, sedangkan Kafilah Kabupaten Tana Tidung dijadwalkan tiba pada malam hari setelah dilepas secara resmi oleh pemerintah daerahnya.

Untuk mendukung mobilitas peserta, panitia menyiapkan kendaraan operasional yang akan mengantar dan menjemput kafilah dari lokasi penginapan menuju lima venue perlombaan. Namun, Kafilah Kabupaten Bulungan yang membawa lebih dari 100 orang memilih menggunakan kendaraan sendiri sehingga membantu meringankan kebutuhan armada panitia.

“Kami tetap memfasilitasi transportasi peserta. Syukurnya Bulungan membawa kendaraan sendiri, sehingga perhatian kami lebih fokus kepada kafilah Tarakan, Nunukan, dan Tana Tidung,” tutupnya.

Dengan mulai berdatangannya para kafilah, suasana Kabupaten Malinau semakin semarak menyambut pelaksanaan MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara. 

Pemerintah Kabupaten Malinau berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkenalkan potensi daerah kepada para tamu dari seluruh Kalimantan Utara. (dip/lim)

Editor : Azward Halim
#malinau