0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Harga Cabai Sering Naik, Pemkab Malinau Akan Perkuat Intervensi Sektor Pertanian

Dip Ratar • Senin, 29 Juni 2026 | 18:38 WIB
ILUSTRASI: Salah satu pedagang cabai lokal di Pasar Induk Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
ILUSTRASI: Salah satu pedagang cabai lokal di Pasar Induk Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Pemerintah Kabupaten Malinau akan memperkuat langkah intervensi di sektor pertanian menyusul seringnya kenaikan harga cabai yang terjadi di pasaran dalam beberapa waktu terakhir. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengendalikan inflasi daerah.

Wakil Bupati Jakaria menyampaikan bahwa harga cabai merah keriting di Kabupaten Malinau saat ini mengalami kenaikan dan berada pada kisaran Rp 102 ribu hingga Rp 106 ribu per kilogram.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah meskipun secara umum inflasi di Malinau masih relatif terkendali dan belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.

“Inflasi di Malinau masih tergolong stabil, namun cabai menjadi komoditas yang perlu perhatian khusus karena harganya cukup tinggi dan fluktuatif,” ujarnya saat diwawancarai Radar Tarakan, Senin(22/6).

Pemerintah daerah melalui OPD terkait diminta segera melakukan langkah strategis, terutama dalam mendorong peningkatan produksi cabai di tingkat petani. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pasokan di pasar lokal.

Jakaria menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama saat ini adalah kondisi musim kering yang dapat mempengaruhi hasil produksi pertanian. Karena itu, diperlukan pemetaan wilayah yang masih potensial untuk pengembangan budidaya cabai agar produksi tetap berjalan optimal.

“Petani perlu kita dorong agar kembali menggiatkan penanaman cabai. Di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan dukungan teknis agar produksi tidak terganggu oleh kondisi cuaca,” katanya.

Selain cabai, Pemkab Malinau juga terus memperkuat sektor pangan lainnya, termasuk padi. Wilayah pasang surut disebut menjadi salah satu kawasan yang memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi padi sawah di daerah tersebut.

Lebih lanjut, Jakaria mengatakan pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok lainnya, termasuk daging ayam potong yang saat ini masih berada di atas harga acuan nasional untuk wilayah Indonesia bagian timur.

Pemkab Malinau menegaskan akan terus melakukan koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi yang ada. (dip/lim)

Editor : Azward Halim
#malinau