MALINAU - Kabupaten Malinau terus memantapkan persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara tahun 2026. Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Malinau memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan dipersiapkan secara matang untuk menyambut lebih dari 430 peserta dan official dari seluruh kabupaten/kota di Kaltara.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat persiapan yang dipimpin Wakil Bupati Malinau, Jakaria, bersama seluruh panitia pelaksana.
Berdasarkan data sementara, jumlah kafilah yang akan mengikuti MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara mencapai 430 orang lebih. Kabupaten Bulungan mengirimkan 102 peserta dan official, Kabupaten Nunukan 87 orang, Kota Tarakan 73 orang, Kabupaten Malinau 102 orang, serta Kabupaten Tana Tidung sebanyak 66 orang.
Wakil Bupati Jakaria menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Malinau untuk menjadi tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, MTQ memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) karena melibatkan lebih banyak cabang lomba dan peserta dari seluruh daerah di Kalimantan Utara.
“Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kabupaten Malinau. Pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya dipercayakan kepada pemerintah daerah melalui panitia yang telah dibentuk. Karena itu seluruh panitia harus bekerja maksimal sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.
Jakaria menekankan pentingnya koordinasi antarbidang agar seluruh kebutuhan pelaksanaan dapat terpenuhi tepat waktu. Ia meminta setiap koordinator bidang aktif melakukan pemantauan dan memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana.
“Target kita tinggi. Kita ingin menjadi tuan rumah terbaik dan mampu menyelenggarakan MTQ yang berkesan bagi seluruh peserta dan tamu yang hadir,” tegasnya.
Selain kesiapan panitia, berbagai aspek teknis juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Mulai dari kesiapan lokasi perlombaan, dukungan jaringan listrik, fasilitas pendukung, penginapan, transportasi, hingga pelayanan bagi peserta dan tamu undangan.
Jakaria meminta panitia terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk PLN dan pihak pengelola lokasi kegiatan, guna memastikan seluruh fasilitas dapat berfungsi dengan baik selama pelaksanaan MTQ berlangsung.
Tak hanya menjadi ajang syiar Islam, MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara juga diharapkan mampu menjadi momentum promosi daerah. Pemerintah Kabupaten Malinau berencana memperkenalkan berbagai potensi wisata, kuliner khas, serta produk unggulan masyarakat kepada seluruh peserta dan tamu yang datang.
“Kita ingin para peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga mengenal Malinau lebih dekat. Ini kesempatan yang baik untuk memperkenalkan potensi wisata, kuliner, dan produk unggulan daerah kepada masyarakat Kalimantan Utara,” katanya.
Jakaria juga mengajak seluruh panitia untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan persiapan hingga hari pelaksanaan. Pemerintah Kabupaten Malinau menargetkan MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara dapat berlangsung sukses, lancar, dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta.
Selain target sukses sebagai penyelenggara, Malinau juga menargetkan mampu meraih prestasi terbaik dan bersaing dalam perebutan gelar juara umum pada MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara tahun 2026. (dip/lim)
Editor : Azward Halim