Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Panggil SPPG Malinau, Bupati Wempi Minta Bahan Baku MBG Harus dari Petani dan UMKM Lokal

Dip Ratar • Selasa, 16 Juni 2026 | 15:56 WIB
ILUSTRASI: Siswa-siswi SMAN 1 Malinau Kota saat menerima program MBG. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
ILUSTRASI: Siswa-siswi SMAN 1 Malinau Kota saat menerima program MBG. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Bupati Malinau Wempi W. Mawa memanggil perwakilan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Kabupaten Malinau untuk memastikan pelaksanaan program tersebut berjalan sesuai tujuan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Pertemuan tersebut dilakukan menyusul berbagai perkembangan terkait tata kelola Program MBG di tingkat nasional. Pemerintah Kabupaten Malinau ingin memastikan operasional dapur MBG yang sudah berjalan maupun yang akan beroperasi ke depan tetap berjalan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa proses MBG ini bisa berjalan dengan baik walaupun masih ada persoalan-persoalan hukum yang mungkin berkembang ke depan,” kata Wempi saat diwawancarai Radar Tarakan beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menegaskan agar bahan baku yang digunakan dalam penyediaan makanan bergizi berasal dari hasil produksi masyarakat Kabupaten Malinau. Menurutnya, program yang didanai pemerintah pusat tersebut harus mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dengan menyerap hasil pertanian, peternakan, dan produk UMKM lokal.

“Kami memastikan bahwa produk yang dikelola oleh dapur-dapur MBG ini berasal dari daerah kita sendiri. Bahan bakunya harus diproduksi oleh UMKM, petani, dan peternak yang ada di Kabupaten Malinau,” ujarnya.

Wempi menjelaskan, pihak SPPG menyampaikan bahwa selama ini mereka telah bekerja sama dengan koperasi, yayasan, dan sejumlah pemasok lokal. Selain itu, beberapa kebutuhan pangan juga diperoleh langsung dari petani yang memproduksi komoditas yang digunakan dalam menu MBG.

Meski demikian, Pemkab Malinau akan tetap melakukan verifikasi melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian, guna memastikan bahan baku yang dibeli benar-benar berasal dari hasil produksi masyarakat lokal.

“Kami minta OPD terkait melakukan verifikasi dan tindak lanjut. Yang ingin kami pastikan adalah anggaran MBG itu digunakan untuk membeli bahan baku yang diproduksi dari daerah ini,” tegasnya.

Menurut Wempi, keberpihakan terhadap petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal menjadi hal penting dalam pelaksanaan Program MBG. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan bergizi, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah.

“Kita ingin ada keberpihakan kepada masyarakat kita, petani kita, peternak kita yang ada di Kabupaten Malinau. Sehingga efek dari program ini benar-benar bisa memberikan kesejahteraan bagi kita semua,” pungkasnya. (dip/lim)

Editor : Azward Halim
#malinau