MALINAU - Upaya menjaga keandalan pasokan listrik terus dilakukan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Malinau di tengah luasnya wilayah layanan dan berbagai potensi gangguan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Selain memperkuat sistem kelistrikan, PLN juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal.
Manager PLN ULP Malinau, I Gusti Putu Putra Negara, mengatakan saat ini PLN terus berkomitmen melakukan penguatan sistem kelistrikan melalui interkoneksi dan dukungan sejumlah pembangkit yang tersedia.
“Terkait kondisi sistem saat ini ya, PLN terus komitmen untuk penguatan sistem. Kami ada interkoneksi dari GIKTT dan support dari PLTD Kuala Lapang dengan tambahan daya dari PLTU Kelapis,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat diwawancarai, Jumat (12/6).
Menurutnya, keberadaan sistem tersebut memungkinkan PLN melakukan pengalihan beban ketika terjadi penurunan daya dari salah satu pembangkit.
“Jadi ketika terjadi penurunan daya dari sisi pembangkit, sebagian jalur itu bisa diambil dari suplai GI Tana Tidung, seperti itu, untuk dukung daya saat ini,” katanya.
Meski dalam beberapa waktu terakhir sempat terjadi sejumlah gangguan listrik, Putu menjelaskan kondisi tersebut bukan disebabkan kekurangan daya, melainkan gangguan yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi sebelumnya.
“Beberapa case gangguan kemarin terjadi karena sifatnya tidak terprediksi, jadi ada gangguan memang dari pihak ketiga maupun material yang memang breakdown seperti itu. Jadi memang tidak direncanakan, terjadi secara tiba-tiba seperti itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketika gangguan terjadi, PLN langsung mengerahkan personel di lapangan untuk mempercepat proses penormalan.
“Untuk dari sisi kami juga selalu berupaya untuk percepatan penormalannya. Jadi ketika terjadi gangguan, tim kami sudah menyebar untuk percepatan penormalan,” ujarnya.
Selain penanganan gangguan, PLN juga tetap menjalankan kegiatan inspeksi dan pemeliharaan jaringan sebagai langkah pencegahan.
“Untuk kegiatan baik inspeksi, pemeliharaan tetap kita upayakan. Jadi kita sudah siapkan tim untuk meminimalisir terjadinya gangguan-gangguan yang berdampak padam seperti itu,” katanya.
Terkait kondisi pasokan listrik, Putu menegaskan saat ini tidak terdapat pemadaman akibat defisit daya di wilayah Malinau.
“Nah, untuk saat ini pemadaman karena defisit itu tidak ada, jadi kita upayakan memang dengan kondisi interkoneksi dari gardu induk Tana Tidung dengan kemampuan daya mampu PLTD, kita upayakan tidak ada pemadaman,” tegasnya.
Menurutnya, apabila terjadi pemadaman maka umumnya disebabkan oleh gangguan yang bersifat sementara pada sistem kelistrikan.
“Jadi ketika memang case ada padam, itu artinya memang gangguan yang bersifat sesaat, sementara seperti itu,” jelasnya.
PLN juga terus mendorong penguatan sistem jangka panjang melalui pembangunan gardu induk (GI) Malinau yang nantinya akan terkoneksi dengan sistem kelistrikan Kalimantan.
“Dan rupanya dari PLN juga untuk komitmen penguatan daya, kita sudah coba progres ya, GI di Malinau dan itu akan nanti terkoneksi grid dengan sistem Kalsel, Kaltim. Jadi untuk secara daya tidak ada kekurangan seperti itu,” tambahnya.
Saat ini, ULP Malinau melayani pelanggan yang tersebar di wilayah Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, hingga sebagian wilayah Nunukan dengan jumlah pelanggan mencapai sekitar 36 ribu.
“Untuk wilayah Malinau ini, wilayah kerja PLN Malinau ini memang cukup luas ya. Jadi unit layanan pelanggan Malinau ini membawahi wilayah kerjanya tiga kabupaten, Malinau, Tana Tidung, mungkin sebagian dapil tiga wilayah Nunukan. Jadi cukup luas sebarannya, jumlah pelanggan sekitar 36 ribuan,” ungkap Putu.
Ia menambahkan, sejumlah faktor eksternal masih menjadi penyebab utama gangguan jaringan listrik di wilayah tersebut, mulai dari binatang, pohon hingga kondisi cuaca ekstrem.
“Banyak ada pihak ketiga, contohnya seperti gangguan dari binatang, pohon, terus termasuk untuk daerah Malinau ini cuacanya cukup ekstrem,” terangnya.
Karena itu, PLN terus melakukan berbagai langkah preventif untuk mengurangi risiko gangguan pada jaringan listrik.
“Untuk antisipasi gangguan karena cuaca, kita juga lakukan hal-hal preventif ya, seperti perbaikan pertanahan, pemasangan penangkal petir, arrester ya. Tapi memang gangguan yang terjadi itu tidak terprediksi,” pungkasnya. (dip/lim)
Editor : Azward Halim