MALINAU – Sebanyak 183 pedagang di Pasar Induk Malinau untuk sementara direlokasi guna mendukung pelaksanaan renovasi pasar. Renovasi difokuskan pada perbaikan lantai, meja dagang, serta pembangunan saluran drainase untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan pasar.
Penarik retribusi Pasar Induk Malinau, Yon, mengatakan renovasi dilakukan karena kondisi pasar sering terdampak genangan air saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Kalau hujan deras, sering terjadi banjir sampai setinggi lutut. Karena itu dilakukan renovasi, sehingga pedagang sementara dipindahkan ke lokasi lain agar pekerjaan bisa berjalan,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Rabu (3/6).
Menurut Yon, pedagang yang direlokasi terdiri dari sekitar 183 pedagang meja serta enam kios yang berada di Blok G. Kawasan tersebut termasuk yang paling sering terdampak genangan air ketika hujan.
“Untuk kios ada enam di Blok G yang juga sering kebanjiran. Jadi sementara ikut dipindahkan,” katanya.
Terkait lokasi relokasi, Yon menjelaskan sebagian pedagang menempati kios yang sebelumnya sudah tersedia, sementara sebagian lainnya membangun tempat usaha sementara secara mandiri.
“Ada yang memang sudah ada tempatnya, ada juga yang membuat kios sendiri untuk sementara waktu,” jelasnya.
Ia menambahkan, relokasi tersebut hanya bersifat sementara selama proses renovasi berlangsung. Setelah pekerjaan selesai, seluruh pedagang akan kembali menempati lapak dan kios di Pasar Induk Malinau.
“Perkiraan pekerjaan sekitar enam bulan. Setelah selesai, pedagang akan kembali berjualan di tempat semula,” ungkapnya.
Renovasi yang dilakukan tidak mencakup seluruh area pasar. Pekerjaan saat ini hanya difokuskan pada bagian pasar yang sering terdampak banjir, sedangkan area lain, termasuk pasar ikan, tetap beroperasi seperti biasa.
“Yang direnovasi hanya bagian ini saja. Fokusnya perbaikan lantai, meja dagang yang sudah banyak keramik rusak, dan pembuatan saluran air atau parit supaya tidak terjadi banjir lagi,” jelasnya.
Dengan adanya renovasi tersebut, diharapkan aktivitas perdagangan di Pasar Induk Malinau dapat berlangsung lebih nyaman dan aman setelah proyek selesai, sekaligus mengatasi masalah banjir yang selama ini menjadi keluhan para pedagang maupun pembeli. (dip/lim)
Editor : Azward Halim