Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Malinau Antisipasi Penyakit Menular, Hewan Harus Lalui Dua Tahap Pemeriksaan

Dip Ratar • Minggu, 31 Mei 2026 | 21:04 WIB
WASPADA: Bidang Peternakan, Distan Malinau saat melakukan vaksinasi kepada sapi kurban di peternakan warga malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
WASPADA: Bidang Peternakan, Distan Malinau saat melakukan vaksinasi kepada sapi kurban di peternakan warga malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Pertanian meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha guna mengantisipasi masuk dan penyebaran penyakit hewan menular.

Pengawasan dilakukan melalui dua tahap pemeriksaan kesehatan hewan kurban, yakni ante-mortem dan post-mortem yang wajib dilalui hewan sebelum dan sesudah penyembelihan di masjid maupun lokasi kurban lainnya.

Medik Veteriner, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Bryan Toding Ambabunga, mengatakan langkah tersebut penting dilakukan karena kasus penyakit hewan menular di Indonesia masih cukup tinggi.

“Yang menjadi hal penting dalam pelaksanaan hewan kurban nanti di masjid-masjid ialah memperhatikan kesejahteraan hewan dan mengetahui kondisi ternak yang datang,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat diwawancarai, Kamis (20/5).

Ia meminta panitia kurban segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan ternak yang terlihat sakit atau menunjukkan gejala tidak normal.

“Kalau ada masalah ataupun ternak yang kelihatan kurang sehat bisa menghubungi kami di Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan supaya bisa dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Bryan menjelaskan pemeriksaan ante-mortem dilakukan sebelum penyembelihan guna memastikan hewan dalam kondisi sehat, cukup umur, layak potong, serta tidak menunjukkan gejala klinis penyakit tertentu.

“Ante-mortem itu pemeriksaan terhadap calon ternak yang akan dijadikan hewan kurban, apakah dalam kondisi sehat, sesuai umur, dan tidak memperlihatkan tanda penyakit tertentu,” jelasnya.

Sementara pemeriksaan post-mortem dilakukan setelah penyembelihan dengan memeriksa kondisi daging, karkas, dan organ dalam hewan untuk memastikan aman dikonsumsi masyarakat.

“Nantinya pada hari H kami melaksanakan pemeriksaan post-mortem untuk memeriksa daging ataupun karkas serta organ yang telah dipotong,” tambah Bryan.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga mengingatkan pentingnya perlakuan yang baik terhadap hewan sebelum disembelih. Ternak dianjurkan diistirahatkan terlebih dahulu agar tidak mengalami stres yang dapat memengaruhi kualitas daging.

Menurut Bryan, ternak yang stres sebelum dipotong berpotensi menghasilkan daging yang keras, alot, dan berwarna lebih gelap.

Dinas Pertanian Kabupaten Malinau mencatat stok hewan kurban saat ini mencapai 197 ekor sapi dan 95 ekor kambing yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Iduladha tahun ini. (dip/lim)

Editor : Azward Halim
#malinau