MALINAU – Kondisi hewan kurban sebelum penyembelihan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan Iduladha. Ternak yang mengalami stres sebelum dipotong berisiko menghasilkan kualitas daging yang kurang baik, seperti alot, keras, dan berwarna lebih gelap.
Hal tersebut disampaikan Medik Veteriner Ahli Pertama Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Bryan Toding Ambabunga, saat memberikan sosialisasi terkait penanganan hewan kurban.
Menurut Bryan, salah satu tahapan penting sebelum penyembelihan ialah memberikan waktu istirahat pada ternak selama 12 hingga 24 jam setelah tiba di lokasi penampungan.
“Hewan yang baru datang biasanya dalam kondisi sangat stres karena perjalanan. Karena itu perlu diistirahatkan untuk mengembalikan kondisi tubuh dan glikogen ototnya,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Kamis (21/5).
Ia menjelaskan glikogen otot berfungsi sebagai cadangan energi yang nantinya membantu pembentukan asam laktat setelah hewan disembelih. Proses tersebut berpengaruh terhadap penurunan pH daging sehingga kualitas daging tetap baik dan lebih tahan lama.
Jika tahapan tersebut diabaikan, kata Bryan, daging berpotensi mengalami kondisi DFD (dark, firm, dry), yakni daging berwarna gelap, tekstur keras, dan kering.
“Kalau ternak terlalu stres dan langsung dipotong, kualitas daging bisa menurun. Daging menjadi alot, keras, warnanya lebih gelap, dan daya simpannya juga tidak bagus,” jelasnya.
Selain istirahat, ternak juga dianjurkan menjalani puasa selama sekitar 12 jam sebelum penyembelihan, namun tetap diberikan air minum.
Menurutnya, puasa bertujuan mengurangi volume isi lambung sehingga meminimalkan risiko kontaminasi saat proses penyembelihan berlangsung.
“Puasa membantu mengurangi isi rumen atau lambung sehingga lebih aman saat penyembelihan dan mempermudah drainase darah pada karkas,” katanya.
Bryan juga mengingatkan panitia kurban di masjid maupun masyarakat agar memperhatikan kesejahteraan hewan selama proses penanganan sebelum pemotongan.
Ia meminta masyarakat segera berkoordinasi dengan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan apabila menemukan ternak yang terlihat sakit atau menunjukkan gejala tidak normal.
“Kalau ada ternak yang kelihatan kurang sehat, segera hubungi kami supaya bisa dilakukan pemeriksaan. Karena sampai saat ini penyakit hewan menular di Indonesia masih cukup tinggi dan kita harus sama-sama menjaga wilayah kita,” tutupnya. (dip/lim)
Editor : Azward Halim