MALINAU – Ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Malinau menjelang Hari Raya Iduladha 2026 dipastikan terus bertambah. Berdasarkan pendataan sementara Dinas Pertanian Kabupaten Malinau per Mei 2026, jumlah stok hewan kurban mencapai 197 ekor sapi dan 95 ekor kambing yang tersebar di wilayah Malinau Kota dan Malinau Utara.
Di wilayah Malinau Kota, tercatat sementara terdapat 80 ekor sapi dan 75 ekor kambing dari sejumlah peternak dan pengepul. Beberapa di antaranya milik Ahmad Dahlan sebanyak 14 ekor sapi, Ujud 8 ekor, Burhan 26 ekor sapi dan 70 kambing, hingga Munadi dengan 9 ekor sapi.
Sementara itu, di wilayah Malinau Utara, stok hewan kurban tercatat sebanyak 117 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Jumlah terbesar sementara berasal dari peternak Bambang dengan stok sekitar 60 ekor sapi dan 20 kambing, disusul Haji Samsudin sebanyak 30 ekor sapi.
Seksi Pembibitan dan Produksi Dinas Pertanian Malinau, Muklis mengatakan pendataan stok hewan kurban rutin dilakukan setiap menjelang Iduladha untuk memastikan ketersediaan ternak bagi masyarakat.
“Setiap tahun kita melakukan pendataan stok hewan kurban dengan mendatangi lokasi penjualan maupun penampungan ternak milik pengepul,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain pendataan, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, termasuk vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak yang belum mendapatkan vaksin.
“Kalau ada hewan yang belum divaksin PMK, langsung kita lakukan vaksinasi. Kalau sudah pernah divaksin, kita cek kembali riwayat vaksinasinya,” jelasnya.
Muklis menambahkan, jumlah stok hewan kurban tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah karena masih ada pedagang maupun peternak yang mendatangkan hewan mendekati hari raya.
“Masih ada kemungkinan penambahan karena waktunya masih cukup panjang. Biasanya ada juga pedagang musiman yang baru masuk mendekati Iduladha,” katanya.
Dinas Pertanian Malinau juga terus memantau lalu lintas ternak yang masuk ke daerah, termasuk memeriksa dokumen kesehatan dan asal hewan guna memastikan ternak yang dijual dalam kondisi sehat dan layak kurban.
Selain pengawasan kesehatan, petugas nantinya juga akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem saat pelaksanaan kurban untuk memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi. (dip/lim)
Editor : Azward Halim