ANTI: Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malinau, H. Kamran Daik saat membacakan sambutannya sebelum dialog.
MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau menegaskan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkotika sekaligus memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Hal tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malinau, H. Kamran Daik saat menghadiri kegiatan sosialisasi dan dialog tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan moderasi beragama di ruang pertemuan Hotel D’ Calia, Selasa (19/5).
Dalam sambutannya, Kamran mengatakan kegiatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat, terutama di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital yang memunculkan berbagai tantangan sosial.
Baca Juga: Buka Orientasi PPPK 2026, Pemkab Malinau Tekankan ASN BerAKHLAK dan Melayani
Ia menyebut, dua tantangan besar yang saat ini dihadapi masyarakat adalah ancaman penyalahgunaan narkotika serta munculnya sikap intoleransi dan paham ekstremisme yang dapat mengganggu kerukunan sosial.
“Sebagai wilayah perbatasan yang strategis, Provinsi Kalimantan Utara memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi peredaran narkotika. Letak geografis yang berbatasan langsung dengan negara lain serta tingginya mobilitas lintas batas membuat daerah kita rawan menjadi jalur masuk narkoba,” ujarnya.
Kamran menegaskan, narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda dan mengancam ketahanan sosial masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan data nasional, prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa penduduk Indonesia usia 15 hingga 64 tahun.
Baca Juga: Sekda Ernes Buka Entry Meeting Verifikasi Lapangan Hutan Adat di Malinau.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat gerakan pencegahan narkoba mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja hingga lingkungan sosial.
Selain persoalan narkotika, Kamran juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Utara yang terdiri dari berbagai suku, budaya dan agama.
“Moderasi beragama menjadi sangat penting sebagai sikap memilih jalan tengah, tidak ekstrem, serta saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, moderasi beragama menjadi salah satu kunci dalam menghadapi radikalisme, ujaran kebencian dan politik identitas yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Baca Juga: Dukung Peternak Lokal, Pemkab Malinau Siapkan 40 Ekor Sapi Kurban untuk Iduladha 2026
Kamran juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pertama menanamkan nilai toleransi, moral dan kepedulian sosial kepada generasi muda.
“Mari kita dorong generasi muda menjadi pelopor perdamaian dan anti narkoba, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial masyarakat,” ajaknya.
Pemerintah Kabupaten Malinau, lanjutnya, akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai dan harmonis.
Ia berharap kegiatan sosialisasi dan dialog tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya narkotika dan pentingnya moderasi beragama, sekaligus menjadi ruang untuk mendengar berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Melalui kebersamaan, mari kita bangun Kabupaten Malinau yang aman, damai, harmonis dan sejahtera,” tutupnya. (*dip)
Editor : Rahul