RESMI: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Malinau, Agustinus saat meresmikan gedung Gereja Katolik Stasi Santo Yulianus di Desa Putat.
MALINAU – Bupati Malinau Wempi W. Mawa dalam hal ini diwakilkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Malinau, Agustinus untuk meresmikan gedung Gereja Katolik Stasi Santo Yulianus di Desa Putat, Sabtu (16/5).
Peresmian berlangsung khidmat dan penuh sukacita bersama umat Katolik, tokoh masyarakat, panitia pembangunan gereja, serta jajaran pemerintah daerah. Momentum tersebut menjadi penanda selesainya rehabilitasi gereja yang selama ini menjadi pusat kegiatan rohani umat Katolik di Stasi Santo Yulianus Putat.
Dalam sambutan Bupati Malinau yang dibacakan Agustinus, disampaikan bahwa peresmian gereja bukan hanya tentang berdirinya sebuah bangunan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan semangat umat dalam menjaga iman.
Baca Juga: Capaian Kawasan Tanpa Rokok di Malinau Baru 60 Persen, Tantangan Nyata Untuk KLA Malinau
“Hari ini bukan sekadar peresmian sebuah bangunan. Hari ini adalah peresmian harapan, peresmian kebersamaan, dan peresmian semangat umat yang tidak pernah lelah menjaga iman di tengah segala keterbatasan,” ujar Agustinus saat membacakan sambutan Bupati.
Pemerintah Kabupaten Malinau juga menyampaikan apresiasi kepada Pastor Kepala Paroki Santo Stefanus Malinau, panitia pembangunan, para donatur, tokoh masyarakat, dan seluruh umat Katolik Stasi Santo Yulianus Putat yang telah bergotong royong menyelesaikan rehabilitasi gereja tersebut.
Dalam kesempatan itu disampaikan pula bahwa Pemkab Malinau telah memberikan bantuan hibah sebesar Rp465 juta untuk mendukung rehabilitasi gereja. Namun, keberhasilan pembangunan dinilai lahir dari semangat kebersamaan dan pengorbanan umat.
Baca Juga: Baru Dua Daerah di Kaltara Miliki UPTD PPA, Malinau Segera Susul Pembentukan
“Pembangunan gereja bukan hanya tentang semen, kayu, dan atap, tetapi tentang iman yang dibangun bersama, tentang cinta kasih yang dipelihara bersama, dan tentang persatuan yang terus dijaga bersama,” lanjutnya.
Pemerintah daerah berharap gereja yang kini lebih layak dan nyaman dapat semakin memperkuat kehidupan rohani umat Katolik di Desa Putat. Selain menjadi tempat ibadah, gereja juga diharapkan menjadi ruang pembinaan nilai-nilai kehidupan, persaudaraan, serta penguatan moral bagi masyarakat.
Bupati Malinau melalui sambutan tersebut juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, persatuan, dan semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Malinau.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Daerah ini dibangun oleh kebersamaan, dibangun oleh masyarakat yang hidup rukun, saling menghormati, dan menjaga kedamaian,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Malinau Resmikan Rumah Dinas Gembala GKII Harapan Baru di Kecamatan Mentarang
Di akhir sambutan, Gereja Katolik Stasi Santo Yulianus Putat secara resmi dinyatakan digunakan. Pemerintah berharap gereja tersebut dapat menjadi rumah bersama bagi umat untuk terus bertumbuh dalam iman, kasih, dan semangat persaudaraan.
“Semoga Tuhan senantiasa memberkati gereja ini, memberkati umat-Nya, dan memberkati seluruh masyarakat Kabupaten Malinau,” tutupnya. (*dip)
Editor : Rahul