Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jelang Iduladha, Hewan Kurban di Malinau Divaksin PMK Bertahap

Dip Ratar • Kamis, 7 Mei 2026 | 03:24 WIB
DIVAKSIN: Bidang Peternakan, Distan Malinau saat melakukan vaksinasi kepada sapi kurban di peternakan warga Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
DIVAKSIN: Bidang Peternakan, Distan Malinau saat melakukan vaksinasi kepada sapi kurban di peternakan warga Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Menjelang Iduladha 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Malinau melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan mulai melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit sekaligus memastikan hewan yang dikurbankan dalam kondisi sehat.

Seksi Pembibitan dan Produksi Bidang Peternakan, Muklis, menjelaskan vaksinasi dilakukan bersamaan dengan pendataan dan pemeriksaan kesehatan hewan di lapangan. “Setiap menjelang Iduladha kami melakukan pendataan sekaligus pemeriksaan kesehatan, termasuk vaksin PMK di titik-titik penjualan,” ujarnya, Selasa (5/5).

Selain vaksinasi, petugas juga menelusuri riwayat kesehatan hewan, terutama yang didatangkan dari luar daerah. Hewan yang belum divaksin akan langsung diberikan vaksin di lapangan, sementara yang sudah divaksin tetap dicek masa perlindungannya. “Kalau belum divaksin kita langsung lakukan. Kalau sudah, kita cek kapan terakhir vaksin karena ada tahapan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Langkah ini dilakukan di tengah pendataan sementara ketersediaan hewan kurban di Malinau yang saat ini tercatat 47 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Namun, angka tersebut masih bersifat awal dan diperkirakan akan bertambah seiring masuknya hewan dari pedagang musiman.

Di sisi lain, vaksinasi PMK ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keamanan hewan kurban. Meski demikian, tantangan di lapangan tetap ada, terutama dalam pengawasan hewan yang keluar-masuk dari luar daerah.

Petugas juga terus melakukan pemantauan di lokasi penampungan dan titik penjualan, termasuk milik pengepul, untuk memastikan tidak ada hewan yang luput dari pemeriksaan.

Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap pelaksanaan kurban di Malinau tidak hanya cukup dari sisi ketersediaan, tetapi juga aman dari risiko penyakit hewan menular. Namun efektivitas pengawasan tetap akan sangat ditentukan oleh konsistensi pemeriksaan hingga hari pelaksanaan Iduladha nanti. (*/dip/lim)

 

Editor : Azward Halim
#malinau