MALINAU - Menjelang Iduladha 2026, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Malinau mulai dipetakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Malinau melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Namun, stok sementara yang tercatat masih tergolong terbatas.
Hingga saat ini, jumlah hewan kurban baru mencapai 47 ekor sapi dan 20 ekor kambing.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nerleyson, menyebut data tersebut masih bersifat awal dan berpotensi berubah seiring proses pendataan di lapangan yang masih berlangsung. “Untuk sementara ini ada 47 ekor sapi dan 20 kambing. Ini masih data awal karena pendataan masih berjalan,” ujarnya, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan, puluhan sapi tersebut berasal dari sembilan pemilik yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Kaliamok, Malinau Seberang, Malinau Hilir, hingga Malinau Kota. Namun, angka ini belum mencerminkan kebutuhan riil masyarakat secara keseluruhan. “Data masih bisa bertambah karena pendataan belum selesai. Masih ada waktu sebelum hari raya,” jelasnya.
Selain stok yang sudah tercatat, terdapat tambahan sekitar 25 ekor sapi dari salah satu peternak yang masih dalam proses verifikasi dan belum dimasukkan ke data utama.
Meski ada potensi penambahan, angka tersebut masih menimbulkan pertanyaan terkait kecukupan pasokan jika dibandingkan dengan kebutuhan kurban masyarakat Malinau secara keseluruhan, terutama menjelang puncak permintaan yang biasanya meningkat tajam mendekati Iduladha.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga masih mengandalkan masuknya pedagang musiman untuk menambah pasokan hewan kurban. Namun, pola ini kerap bersifat tidak pasti dan bergantung pada kondisi pasar.
Dengan waktu sekitar satu bulan menuju Iduladha, pemerintah daerah menyatakan optimistis ketersediaan hewan kurban akan mencukupi. Namun, tantangan utamanya adalah memastikan data benar-benar akurat dan distribusi tidak menumpuk di titik tertentu saja.
Pendataan ini disebut penting bukan hanya untuk laporan, tetapi juga untuk memastikan pemerataan distribusi hewan kurban di seluruh wilayah Malinau. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim