Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dari 17 Puskesmas, Baru 8 Ramah Anak, Ini Rencana Percepatan Dinkes Malinau

Dip Ratar • Senin, 4 Mei 2026 | 03:52 WIB
BAHAS KLA: Dinkes Malinau saat memaparkan progres klaster tiga untuk peningkatan KLA Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
BAHAS KLA: Dinkes Malinau saat memaparkan progres klaster tiga untuk peningkatan KLA Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Upaya pemenuhan indikator kabupaten layak anak (KLA) di sektor kesehatan masih menghadapi tantangan di Kabupaten Malinau. Salah satu yang menjadi sorotan adalah belum meratanya penerapan standar puskesmas ramah anak.

 

Kepala Dinas Kesehatan Malinau, Yuli Triana, menyebutkan bahwa dari total 17 puskesmas yang ada, baru 8 di antaranya yang telah memenuhi kriteria sebagai puskesmas ramah anak. “Untuk saat ini puskesmas ramah anak itu baru terdapat di delapan puskesmas. Jadi masih ada sembilan puskesmas yang perlu kita dorong dan tingkatkan agar memenuhi standar yang telah ditetapkan,” ujarnya dalam rapat evaluasi KLA beberapa waktu lalu.

 

Menurutnya, keberadaan puskesmas ramah anak menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan indikator kabupaten layak anak (KLA), khususnya pada klaster kesehatan. Karena itu, pihaknya menargetkan percepatan agar seluruh puskesmas dapat memenuhi standar tersebut. “Kami akan melakukan percepatan pemenuhan standar layanan ramah anak ini dengan menetapkan seluruh puskesmas menjadi puskesmas ramah anak. Tentu ini harus diiringi dengan pemenuhan sarana prasarana serta standar pelayanan yang sesuai,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, peningkatan kualitas layanan tidak hanya bertumpu pada fasilitas, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. Pelatihan bagi tenaga kesehatan akan menjadi salah satu fokus agar pelayanan terhadap anak dapat berjalan lebih optimal. “Kemudian juga perlu dilakukan pelatihan bagi tenaga kesehatan terkait pelayanan anak. Jadi bukan hanya sarana yang kita siapkan, tetapi juga kompetensi SDM harus kita tingkatkan,” tambahnya.

 

Di sisi lain, Dinkes Malinau juga mengakui masih adanya sejumlah kendala di lapangan, terutama di wilayah terpencil. Keterbatasan tenaga medis, termasuk dokter, serta fasilitas kesehatan yang belum memadai menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

 

Untuk itu, dibutuhkan dukungan lintas sektor serta komitmen bersama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat dalam mempercepat pemenuhan standar layanan tersebut.

 

Melalui berbagai langkah percepatan yang disiapkan, Dinas Kesehatan optimistis seluruh puskesmas di Malinau dapat segera bertransformasi menjadi puskesmas ramah anak, sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam mewujudkan kabupaten layak anak. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim
#malinau