Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pertumbuhan Ekonomi Malinau Tertahan, Hanya Naik 0,01 Persen Akibat Kontraksi Tambang

Dip Ratar • Senin, 27 April 2026 | 04:24 WIB
ILUSTRASI: Salah satu fasilitas pengangkutan perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
ILUSTRASI: Salah satu fasilitas pengangkutan perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malinau pada tahun 2025 tercatat menjadi yang terendah di Kalimantan Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi daerah ini hanya naik tipis sebesar 0,01 persen, dari 3,55 persen pada 2024 menjadi 3,56 persen pada 2025, menunjukkan kondisi stagnan yang nyaris tidak bergerak.

Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menyebut secara angka memang terjadi kenaikan, namun sangat kecil dan belum menunjukkan penguatan ekonomi yang signifikan. “Secara umum memang ada peningkatan, dari 3,55 persen menjadi 3,56 persen. Jadi naiknya hanya 0,01 persen,” ujarnya, Rabu (22/4).

Ia menjelaskan, rendahnya laju pertumbuhan tersebut terutama dipicu oleh kontraksi pada sektor pertambangan batu bara yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah. “Di sektor batu bara terjadi penurunan. Bahkan pada 2025 tercatat kontraksi sekitar minus 0,8 persen,” jelasnya.

Kondisi ini membuat pertumbuhan di sektor lain yang sebenarnya meningkat, seperti konstruksi, pertanian, serta perdagangan, tidak mampu memberikan dampak signifikan terhadap total pertumbuhan ekonomi daerah. “Oleh karena itu meskipun sektor lain tumbuh, dampaknya tidak terlalu terasa karena sektor tambang sebagai penyumbang terbesar justru melemah,” katanya.

Secara perbandingan di tingkat provinsi, posisi Malinau berada di urutan paling bawah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara tercatat 4,56 persen, disusul Bulungan 5,40 persen, Tarakan 5,02 persen, Nunukan 3,98 persen, dan Tana Tidung 3,73 persen.

Yanuar menegaskan bahwa struktur ekonomi Malinau yang masih sangat bergantung pada sektor pertambangan menjadi faktor utama kerentanan pertumbuhan.

Di sisi lain, sektor konstruksi justru mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 21,42 persen, didorong oleh proyek-proyek strategis seperti PLTA Kayan Mentarang, belanja pemerintah, serta investasi swasta.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga masih tumbuh positif, namun belum cukup kuat untuk mengimbangi penurunan di sektor tambang.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa ketergantungan tinggi terhadap satu sektor membuat ekonomi Malinau rentan terhadap fluktuasi produksi batu bara. Karena itu, diversifikasi ekonomi dinilai semakin mendesak untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah ke depan. (*/dip/lim)

 

 

Editor : Azward Halim
#malinau