Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

BPS Catat 9,37 Persen Ekonomi Malinau Ditopang Pertanian dan Perikanan

Dip Ratar • Senin, 27 April 2026 | 04:16 WIB
ILUSTRASI: Panen padi oleh petani di Kabupaten Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
ILUSTRASI: Panen padi oleh petani di Kabupaten Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang penting struktur ekonomi Kabupaten Malinau. Namun di balik kontribusi yang tetap signifikan, laju pertumbuhannya menunjukkan perlambatan yang perlu menjadi perhatian ke depan.

Pada tahun 2025, sektor ini tercatat menyumbang 9,37 persen terhadap perekonomian daerah. Meski demikian, pertumbuhannya hanya mencapai 2,07 persen, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 3,8 persen.

Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menyebut secara umum kinerja sektor ini masih positif, meskipun terdapat perlambatan laju pertumbuhan. “Untuk tahun 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap tumbuh 2,07 persen. Memang melambat dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi masih menunjukkan kinerja positif,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Rabu (22/4).

Dalam empat tahun terakhir, kontribusi sektor ini terhadap perekonomian Malinau juga menunjukkan tren meningkat, dari 8,40 persen pada 2022 menjadi 9,37 persen pada 2025. Namun, peningkatan kontribusi ini belum sepenuhnya diikuti oleh pertumbuhan yang konsisten.

Dari sisi produksi, beberapa komoditas menunjukkan kenaikan cukup tajam. Produksi padi meningkat 29,04 persen, sementara sektor kehutanan mencatat kenaikan produksi kayu bulat sebesar 18,96 persen pada triwulan IV 2025.

Di sektor perikanan, khususnya budidaya, lonjakan bahkan mencapai 169,01 persen. Produksi rumah potong hewan (RPH) juga meningkat 11,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Yanuar, capaian tersebut tidak terlepas dari dorongan program pemerintah pusat maupun daerah dalam penguatan sektor pangan dan pertanian. “Program peningkatan produksi padi dan pengembangan sektor pertanian memberi dampak nyata terhadap output,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ketergantungan besar masyarakat terhadap sektor ini juga menjadi tantangan tersendiri. Data BPS menunjukkan sekitar 43,48 persen penduduk Malinau masih bekerja di sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa fluktuasi sektor pertanian akan sangat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. “Kalau pertanian bagus, kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Karena sebagian besar masyarakat masih bergantung pada sektor ini,” tambahnya.

Di sisi lain, struktur ekonomi Malinau mulai mengalami pergeseran dengan meningkatnya peran sektor jasa. Namun, sektor primer dinilai masih menjadi tulang punggung utama yang menentukan stabilitas ekonomi daerah.

Ke depan, tantangan yang muncul bukan hanya menjaga kontribusi sektor ini, tetapi juga memastikan pertumbuhannya tetap konsisten di tengah perubahan struktur ekonomi dan tekanan sektor lain. (*/dip/lim)

 

Editor : Azward Halim
#malinau