MALINAU - Proses pemilihan ketua rukun tetangga (RT) di Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, menunjukkan dinamika demokrasi yang relatif minim kompetisi. Dari total 12 RT yang mengikuti tahapan penetapan calon, sebagian besar hanya diisi oleh calon tunggal.
Penetapan bakal calon Ketua RT periode 2026-2031 dilakukan melalui rapat pleno yang dirangkai dengan pencabutan nomor urut pada Senin (20/4). Proses ini menjadi bagian dari pemilihan serentak di 109 desa se-Kabupaten Malinau.
Kepala Desa Malinau Hulu, Ega Chandra Sulaiman, menyebut seluruh tahapan telah berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan panitia. “Panitia sudah bekerja dengan baik sejak penjaringan bakal calon hingga penetapan hari ini,” ujarnya, Senin (20/4).
Namun, hasil penjaringan menunjukkan fakta menarik: dari 12 RT, sembilan di antaranya—yakni RT 01, 02, 03, 04, 07, 08, 09, 10, dan 12, hanya memiliki satu kandidat. Kondisi ini membuka kemungkinan besar terjadinya pemilihan secara aklamasi tanpa kompetisi langsung.
Sementara itu, kontestasi terbatas hanya terjadi di dua wilayah, yaitu RT 05 yang diikuti Jafaruddin dan Abd Rahim, serta RT 06 yang mempertemukan Nursiah dengan Romi Sulaiman.
Ketua panitia pemilihan, Alexsius Bili Lende, menegaskan bahwa proses tetap berlangsung terbuka dan sesuai aturan, meskipun ruang kompetisi di sejumlah RT sangat terbatas. “Ini tetap bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Siapa pun yang terpilih diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk RT 11, penetapan calon masih tertunda akibat kendala administrasi yang sedang diselesaikan panitia.
Daftar calon tunggal yang telah ditetapkan di antaranya Jamaluddin (RT 01), Syahrun (RT 02), Amiruddin (RT 03), Sumardi (RT 04), M. Surif (RT 07), Syahrin (RT 08), A. Tomy Saputra (RT 09), Rustam Jamal (RT 10), dan Tahir (RT 12).
Minimnya persaingan dalam pemilihan kali ini menjadi catatan tersendiri terhadap tingkat partisipasi dan dinamika demokrasi di level paling bawah pemerintahan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana ruang kompetisi politik lokal benar-benar tumbuh di tingkat akar rumput. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim