MALINAU - Kenaikan suhu udara yang melanda wilayah Malinau akibat dampak fenomena el nino mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan kesehatan masyarakat. Berdasarkan data AccuWeather, suhu di Malinau Kota tercatat mencapai 31 derajat Celcius pada pukul 16.36, menunjukkan kondisi cuaca yang cukup ekstrem.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau, Jonlayri, mengingatkan bahwa kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena berisiko memicu serangan panas akut (heatstroke), terutama pada kelompok rentan.
“Untuk menjaga kesehatan di suhu yang sangat panas, terutama pada pukul 11.00 sampai 15.00, masyarakat jangan sampai dehidrasi. Minum air putih harus rutin, jangan menunggu haus,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Senin (20/4).
Ia menekankan bahwa disiplin menjaga cairan tubuh menjadi kunci utama pencegahan, mengingat dampak dehidrasi dapat terjadi lebih cepat dalam kondisi cuaca ekstrem. Kelompok anak-anak dan lanjut usia disebut paling rentan terdampak.
Selain itu, ia juga mengingatkan kebiasaan masyarakat yang kerap langsung mengonsumsi minuman dingin setelah terpapar panas berlebih. “Sering kali setelah kepanasan langsung minum es. Padahal itu bisa memicu gangguan pada tenggorokan karena perubahan suhu tubuh yang mendadak,” jelasnya.
Jonlayri juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam dengan intensitas panas tertinggi, yakni antara pukul 11.00 hingga 15.00. Menurutnya, periode tersebut merupakan kondisi paling berisiko terhadap paparan panas berlebihan. “Kami imbau aktivitas luar ruangan dikurangi pada jam tersebut karena itu puncak panas,” katanya.
Terkait durasi fenomena El Nino, ia mengakui pihaknya belum dapat memastikan kapan kondisi ini akan berakhir. Namun, diperkirakan masih berlangsung sepanjang April. “Kita belum bisa memastikan berapa lama, tetapi yang jelas El Nino masih berlangsung di bulan April ini,” tambahnya.
Dinkes Malinau juga menyebut telah lebih awal mengeluarkan imbauan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan, termasuk sosialisasi terkait risiko dehidrasi dan heatstroke. “Kami sudah menyampaikan imbauan sejak pekan lalu agar masyarakat lebih waspada terhadap dampak suhu panas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala serius seperti pusing berat, pingsan, muntah, atau tidak lagi berkeringat meski suhu tubuh tinggi.
Fenomena el nino yang memicu peningkatan suhu ini dinilai bukan hanya persoalan cuaca, tetapi juga ancaman kesehatan yang membutuhkan kewaspadaan kolektif masyarakat. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim