MALINAU - Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang menjadi ujian kesiapan bagi Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah. Di tengah optimisme yang disampaikan pemerintah daerah, sejumlah aspek teknis masih terus dibenahi agar ajang tersebut berjalan sesuai harapan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus, menyebut pelaksanaan Porprov II akan melibatkan panitia gabungan antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Namun, sebagai daerah tuan rumah, Malinau tetap memikul beban utama dalam memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung.
“Untuk Porprov II Kaltara nanti ada panitia besar yang melibatkan kabupaten dan provinsi. Malinau sebagai tuan rumah terus melakukan persiapan. Sesuai arahan Pak Gubernur, rencananya dilaksanakan bulan November,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Senin (20/4).
Ia mengakui masih ada waktu untuk melakukan pembenahan, terutama pada aspek yang menjadi tanggung jawab daerah. Fokus utama saat ini diarahkan pada kesiapan venue pertandingan serta ketersediaan penginapan bagi kontingen yang akan datang.
“Kita fokus pada hal-hal yang menjadi tugas kita, seperti mematangkan venue dan memastikan penginapan atau homestay lebih baik,” jelasnya.
Dari sisi pembiayaan, KONI Malinau disebut memperoleh tambahan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk mendukung pembinaan atlet, pelatih, dan wasit lokal. Namun, besarnya anggaran ini sekaligus menjadi sorotan terhadap efektivitas pembinaan olahraga daerah menjelang ajang besar tersebut.
Untuk cabang olahraga, sekitar 45 cabor diperkirakan akan dipertandingkan dan berpotensi bertambah, menyesuaikan dengan standar Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT dan NTB yang mencapai 62 cabor.
Ernes juga menegaskan arahan Bupati Malinau agar kontingen daerah mengutamakan atlet lokal. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk evaluasi langsung terhadap hasil pembinaan olahraga di daerah.
“Bapak Bupati menegaskan agar atlet yang diturunkan adalah atlet lokal. Ini menjadi kebanggaan sekaligus bahan evaluasi pembinaan olahraga kita,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah menaruh harapan besar pada dampak ekonomi dari penyelenggaraan Porprov. Ribuan peserta dan ofisial yang diperkirakan hadir dinilai dapat menggerakkan sektor UMKM dan jasa akomodasi di Malinau.
Namun demikian, tantangan utama tetap berada pada kesiapan infrastruktur dan konsistensi pelaksanaan di lapangan agar event ini tidak hanya sukses secara seremoni, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi daerah. “Ini peluang besar bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner dan UMKM,” jelasnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim