Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bright Gas 5,5 Kg di Malinau Tembus Rp145 Ribu, Harga Ikut Naik di Tingkat Pengecer

Dip Ratar • Sabtu, 25 April 2026 | 06:31 WIB
HARGA NAIK: Stok gas bright di agen LPG nonsubsidi Malinau Kaltara Barokah Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
HARGA NAIK: Stok gas bright di agen LPG nonsubsidi Malinau Kaltara Barokah Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Harga LPG non-subsidi jenis Bright Gas ukuran 5,5 kilogram di Kabupaten Malinau kini menembus Rp 145 ribu di tingkat pengecer. Kenaikan ini mulai berlaku sejak 18 April 2026 dini hari, mengikuti penyesuaian harga dari Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan di tingkat agen.

Berdasarkan data harga jual ex-agen untuk wilayah Bulungan, Tana Tidung, dan Malinau yang disuplai dari SPBE Gasindo Samarinda, Bright Gas 5,5 kg naik dari Rp 97 ribu menjadi Rp 114 ribu. Sementara Bright Gas 12 kg juga mengalami kenaikan dari Rp 202 ribu menjadi Rp 238 ribu.

Pengelola Agen LPG Non Subsidi Malinau Kaltara Barokah Malinau, Abdurrahman, menjelaskan bahwa harga di daerah menyesuaikan dengan kebijakan tersebut.

“Untuk di Malinau, Bright Gas 5,5 kg sebelumnya Rp 123 ribu sekarang menjadi Rp 138 ribu. Untuk ukuran 12 kg dari Rp 255 ribu menjadi Rp 275 ribu. Kenaikan mulai 18 April 2026 sekitar pukul 1 malam,” ujarnya, Rabu (22/4).

Ia menegaskan bahwa meski harga naik, ketersediaan LPG di Malinau masih dalam kondisi aman dan tidak akan terjadi kelangkaan.

“Untuk stok Malinau aman, tidak akan terjadi kelangkaan,” tambahnya.

Di tingkat pengecer, harga mengalami penyesuaian kembali. Salah satu pemilik toko, Ibu Nasya (35), mengaku membeli Bright Gas 5,5 kg seharga Rp 140 ribu dari agen dan menjualnya Rp 145 ribu per tabung kepada konsumen.

“Tadi saya ambil di agen Rp140 ribu, saya jual Rp 145 ribu. Bisa berbeda juga di toko lain, tapi kalau saya cukup Rp 5 ribu saja,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga ini sepenuhnya mengikuti harga dari agen dan pangkalan. Ia berharap harga dapat kembali turun mengingat LPG menjadi kebutuhan utama masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

“Harapannya bisa turunlah, karena gas paling dibutuhkan ibu-ibu,” tuturnya.

Diketahui, harga LPG non-subsidi seperti Bright Gas dapat berbeda di tiap daerah hingga tingkat pengecer, tergantung biaya distribusi dan margin penjualan masing-masing. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim
#malinau