DIALOG: Bupati Wempi saat menyampaikan arahan kepada mahasiswa asal Malinau yang berkuliah di Samarinda.
MALINAU – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menegaskan pentingnya mahasiswa asal Kabupaten Malinau yang menempuh pendidikan di Samarinda untuk tetap fokus pada studi serta menjaga amanah beasiswa yang diberikan pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan saat Bupati melakukan dialog langsung bersama mahasiswa Malinau di Samarinda. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa tujuan utama keberadaan mahasiswa di kota tersebut adalah menuntut ilmu, bukan terlibat dalam dinamika kepentingan daerah setempat.
“Saya ingin memastikan kalian berada di Samarinda fokus pada tujuan utama. Kalau ada kepentingan yang berhubungan dengan pemerintah kota, jangan ikut,” tegasnya.
Baca Juga: Momentum Hari Kartini, Sekda Ernes Soroti Peran Ibu Cegah Stunting di Malinau
Ia menekankan bahwa mahasiswa Malinau merupakan warga sementara di Samarinda yang sedang berjuang meraih cita-cita. Oleh karena itu, mereka diminta menjaga sikap, kesehatan, serta keselamatan selama menjalani pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti tanggung jawab besar bagi mahasiswa penerima beasiswa, khususnya melalui program Desa Sarjana. Ia menyebutkan bahwa beasiswa yang diterima bersumber dari anggaran daerah yang merupakan uang rakyat.
“Kalau lewat program Desa Sarjana, berarti rakyat Malinau yang membiayai kalian. Jadi harus dipertanggungjawabkan dengan keberhasilan,” ujarnya.
Baca Juga: MTQ Ke-22 Malinau Tambah Kaligrafi Digital dan KTIQ
Ia mengingatkan agar dana beasiswa digunakan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan. Keberhasilan menyelesaikan pendidikan menjadi bentuk utama pertanggungjawaban mahasiswa kepada daerah.
Dalam dialog itu, Bupati juga mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan. APBD Kabupaten Malinau yang sebelumnya berada di kisaran Rp 3,2 triliun, kini turun menjadi sekitar Rp 2,4 triliun atau berkurang hampir Rp 800 miliar.
Meski demikian, program beasiswa tetap menjadi prioritas dan tidak terdampak efisiensi anggaran.
“Untuk beasiswa, tidak ada efisiensi. Program ini tetap jalan,” tegasnya.
Saat ini, sekitar 364 mahasiswa Malinau di Samarinda tercatat sebagai penerima program Desa Sarjana, menjadikan kota tersebut sebagai lokasi dengan jumlah penerima terbanyak. Secara keseluruhan, hampir 2.000 putra-putri Malinau telah mendapatkan kesempatan pendidikan melalui program tersebut.
Baca Juga: Bupati Wempi Dorong Perumda Intimung Mampu Baca Peluang Bisnis dan Bantu Tingkatkan PAD Malinau
Selain itu, dialog juga diwarnai cerita mahasiswa dari wilayah terpencil, seperti Sungai Tubu, yang harus menempuh perjalanan hingga satu hari berjalan kaki untuk mencapai kampung halaman karena keterbatasan akses.
Salah satu mahasiswa, Supia, mengaku memilih jurusan kebidanan karena di daerahnya masih kekurangan tenaga kesehatan.
“Di tempat saya belum ada bidan, Pak. Medannya sulit, orang luar juga tidak betah ke sana,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Bupati menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Baca Juga: 3.325 Warga Masuk Wajib KTP Awal 2026, Disdukcapil Malinau Lakukan Pendataan Bertahap
Lebih lanjut, Bupati berharap para mahasiswa dapat kembali ke daerah setelah menyelesaikan pendidikan dan mengambil peran strategis dalam pembangunan.
Ia menegaskan bahwa masa depan Malinau berada di tangan generasi muda saat ini, terutama mereka yang mendapatkan kesempatan melalui program beasiswa. “Saya ingin ke depan Malinau dipimpin oleh putra-putri daerah sendiri,” tutupnya. (*dip)
Editor : Rahul