Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Momentum Hari Kartini, Sekda Ernes Soroti Peran Ibu Cegah Stunting di Malinau

Radar Tarakan • Selasa, 21 April 2026 | 15:57 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN
CEGAH: Sekda Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus saat memberikan sambutan dipuncak peringatan HKG PKK ke-54, HUT ke-46 Dekranasda, serta Hari Kartini di Ruang Tebengang Pemda Malinau.
DIPA/RADAR TARAKAN
CEGAH: Sekda Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus saat memberikan sambutan dipuncak peringatan HKG PKK ke-54, HUT ke-46 Dekranasda, serta Hari Kartini di Ruang Tebengang Pemda Malinau.

MALINAU – Momentum peringatan Hari Kartini Tahun 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Malinau untuk menegaskan pentingnya peran perempuan, khususnya ibu, dalam upaya pencegahan stunting. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, HUT ke-46 Dekranasda, dan Hari Kartini di Ruang Tebengang Pemda Malinau, Selasa (21/04) pagi.

Dalam wawancaranya bersama Radar Tarakan, Ernes menyoroti bahwa stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi bayi saat lahir, tetapi juga berawal sejak tahap persiapan pernikahan hingga masa kehamilan.

“Stunting ini bermula dari pernikahan, persiapan pernikahan sampai kelahiran. Ini sangat dekat dengan peran ibu. Karena itu, momentum Hari Kartini ini kita jadikan pengingat pentingnya peran perempuan dalam mencegah stunting,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Selasa (21/4).

Baca Juga: Bupati Wempi Dorong Perumda Intimung Mampu Baca Peluang Bisnis dan Bantu Tingkatkan PAD Malinau

Menurutnya, keberadaan PKK yang memiliki jaringan hingga ke tingkat desa menjadi kekuatan besar dalam upaya menekan angka stunting di daerah. Ia menilai, jika pencegahan dilakukan sejak dini, terutama pada kelompok perempuan usia muda, maka potensi peningkatan kasus stunting dapat ditekan.

Ernes menjelaskan, terdapat dua faktor utama penyebab stunting, yakni anemia dan kekurangan gizi. Oleh karena itu, kesiapan kesehatan dan usia yang cukup sebelum menikah menjadi hal krusial.

“Kalau kesehatan ibu baik, usia sudah memadai, dan kebutuhan gizinya tercukupi, maka potensi stunting bisa dicegah sejak awal,” tegasnya.

Baca Juga: Dari Desa ke Kokpit: Pemkab Malinau Ciptakan Pilot Daerah melalui Beasiswa Desa Sarjana 2026

Lebih lanjut, ia juga mengaitkan semangat Hari Kartini dengan perjuangan perempuan dalam berbagai keterbatasan. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya membuka ruang bagi perempuan untuk berperan aktif, termasuk dalam posisi kepemimpinan di lingkungan pemerintahan.

“Pemda memberi kesempatan yang luas bagi perempuan di Malinau untuk menjadi pemimpin, baik di OPD maupun di tingkat kecamatan. Selama mereka mampu menunjukkan kapasitas, peluang itu terbuka,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Malinau juga berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan stunting serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya gizi dan kesehatan ibu.

Baca Juga: Sekolah Pilot Masuk Kebutuhan Jurusan Beasiswa Desa Sarjana 2026 di 14 Kecamatan Malinau

Dalam kesempatan tersebut, PKK dan Dekranasda juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak, tidak hanya dalam bidang kesehatan keluarga, tetapi juga dalam meningkatkan daya saing produk lokal serta membuka akses pasar yang lebih luas.

Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, PKK, Dekranasda, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera, dengan perempuan sebagai salah satu pilar utamanya. (*dip)

Editor : Rahul
#sekda ernes #malinau #cegah stunting #hari kartini