Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tradisi Ucapan Syukur ke Tuhan dan Alam, Warga Gong Solok Rayakan Syukur Pasca Panen Perdana 2026

Dip Ratar • Selasa, 21 April 2026 | 13:17 WIB
PANEN: Tarian alu yang dipersembahkan saat acara syukur panen oleh warga Desa Gong Solok, ini merupakan tarian khas Dayak Merap. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
PANEN: Tarian alu yang dipersembahkan saat acara syukur panen oleh warga Desa Gong Solok, ini merupakan tarian khas Dayak Merap. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Masyarakat Desa Gong Solok, Kecamatan Malinau Selatan Hilir, untuk pertama kalinya pada tahun 2026 menggelar perayaan syukur pasca panen sebagai bentuk ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan dan alam atas hasil pertanian yang dinilai melimpah. Tradisi ini disebut telah diwariskan secara turun-temurun oleh warga, khususnya dari suku Dayak Merap.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Gong Solok ini diisi dengan berbagai rangkaian acara adat dan budaya, mulai dari tarian alu (tradisional penumbuk padi), tarian bersama, nyanyian adat, hingga ritual adat yang sarat makna simbolik.

Kepala Desa Gong Solok, Mikael Lia, mengatakan syukur panen ini merupakan bentuk rasa terima kasih masyarakat atas hasil pertanian yang mereka rasakan sepanjang tahun.

“Hari ini kami masyarakat Desa Gong Solok telah melaksanakan acara syukur panen. Ini ungkapan rasa syukur kepada Tuhan karena sepanjang tahun kami merasakan berkat yang melimpah,” ujarnya, Sabtu (18/4).

Ia menjelaskan, kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di desa tersebut setelah sebelumnya belum pernah digelar secara resmi. Meski perdana, pelaksanaannya berjalan lancar berkat kerja sama panitia dan partisipasi masyarakat.

“Puji Tuhan, syukur panen ini dapat berjalan dengan baik. Harapan kami ke depan kegiatan ini terus dilanjutkan dan dikembangkan sebagai bagian dari tradisi dan budaya masyarakat, khususnya Dayak Merap,” tambahnya.

Sejumlah keunikan mewarnai perayaan tersebut. Salah satunya adalah penyajian lemang dalam jumlah besar hingga mencapai 1.000 bambu. Selain itu, tradisi makan bersama juga dilakukan dengan cara berbeda, di mana seluruh tamu undangan dan masyarakat menikmati hidangan menggunakan daun pisang sebagai pengganti peralatan makan modern.

Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan syukur, tetapi juga sebagai upaya mempererat kebersamaan serta melestarikan budaya lokal. Masyarakat berharap tradisi ini dapat menjadi agenda rutin yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Dengan semangat kebersamaan, warga Desa Gong Solok optimistis tradisi syukur panen ini dapat terus hidup sebagai bagian dari identitas budaya mereka, meski di tengah perubahan pola pertanian dan sosial yang terus berkembang. (*/dip/lim)

 

 

Editor : Azward Halim
#malinau