Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Direktur Baru Perumda Intimung Fokus Benahi Internal dan SDM, Sebelum Ekspansi Bisnis

Dip Ratar • Selasa, 21 April 2026 | 12:32 WIB
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Intimung, Theofilus Y. Lufung. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Intimung, Theofilus Y. Lufung. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Setelah sempat mengalami kekosongan kepemimpinan selama beberapa bulan, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Intimung kini memasuki babak baru. Tongkat estafet kepemimpinan resmi dipegang oleh Theofilus Y. Lufung untuk periode 2026-2031, dengan agenda besar membenahi fondasi perusahaan sebelum melangkah lebih jauh ke pengembangan bisnis.

Dalam pernyataannya, Theo, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa langkah awal yang akan diambil bukanlah ekspansi usaha secara agresif, melainkan pembenahan dari dalam. Ia menilai, tanpa tata kelola yang kuat, setiap rencana bisnis berisiko tidak berjalan optimal.

“Kita lebih ke pengelolaan internal dulu yang kita fokuskan. Setelah itu baru kita bicara unit usaha bisnis apa yang prospek untuk kita ekspansi,” ujarnya, Kamis (16/4).

Pendekatan ini mencerminkan strategi yang lebih berhati-hati namun terukur. Theo menyadari bahwa Perumda sebagai badan usaha milik daerah tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik. Karena itu, penguatan sistem internal menjadi prioritas utama.

Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi dan manajerial. Evaluasi ini, menurutnya, tidak sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya membangun tim yang solid dan kompeten.

“Untuk direksi dan manajerial tentu kita evaluasi. Concern saya di penguatan berbasis kapasitas, jadi kita lihat secara objektif,” katanya.

Penekanan pada kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam strategi pembenahan ini. Theo menilai bahwa kualitas SDM akan sangat menentukan arah dan keberhasilan perusahaan ke depan. Tanpa SDM yang kompeten, potensi usaha sebesar apa pun tidak akan mampu dimaksimalkan.

Selain itu, ia juga membuka kemungkinan adanya penyesuaian dalam struktur organisasi perusahaan. Langkah ini bisa berupa perampingan untuk meningkatkan efisiensi, maupun pengembangan unit baru untuk menjawab kebutuhan bisnis ke depan. Namun, ia memastikan bahwa setiap perubahan akan dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan.

“Secara tata kelola kita benahi dulu. Sambil berjalan, target kita tetap ke arah pelebaran unit usaha,” jelasnya.

Theo tidak menampik bahwa tantangan yang dihadapi cukup besar, terutama dalam mengembalikan performa Perumda Intimung setelah periode stagnasi. Namun, ia melihat kondisi ini justru sebagai peluang untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh tanpa terbebani oleh sistem lama yang kurang optimal.

Dalam konteks tersebut, penerapan prinsip good corporate governance menjadi salah satu fokus utama. Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme akan menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan, baik dalam pengelolaan internal maupun pengembangan bisnis.

“Yang pasti kita fokus pada tata kelola, kemudian penguatan struktur manajerial dan SDM. Setelah itu baru kita bicara ekspansi ke depan,” tegasnya.

Langkah yang ditempuh Theo juga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Malinau yang mendorong Perumda agar lebih produktif dan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Dengan fondasi yang kuat, Perumda Intimung diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Ke depan, ekspansi bisnis yang direncanakan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan potensi lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Hal ini penting agar keberadaan Perumda tidak hanya dirasakan sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan daerah.

Dengan pendekatan bertahap, dimulai dari pembenahan internal, penguatan SDM, hingga ekspansi usaha Perumda Intimung diharapkan mampu bangkit dan berkembang lebih optimal. Keberhasilan transformasi ini nantinya tidak hanya diukur dari sisi finansial, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Malinau. (*/dip/lim)

 

 

Editor : Azward Halim
#malinau