Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Sekolah Pilot Masuk Kebutuhan Jurusan Beasiswa Desa Sarjana 2026 di 14 Kecamatan Malinau

Dip Ratar • Selasa, 21 April 2026 | 12:07 WIB
ILUSTRASI: Pesawat perintis Susi Air yang selama ini digunakan warga perbatasan untuk konektivitas ke pusat Kota Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
ILUSTRASI: Pesawat perintis Susi Air yang selama ini digunakan warga perbatasan untuk konektivitas ke pusat Kota Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Pemerintah Kabupaten Malinau terus melakukan terobosan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan geografis dan kebutuhan pembangunan daerah. Salah satu langkah strategis yang kini mulai terlihat adalah dimasukkannya sekolah penerbangan atau pilot sebagai jurusan prioritas dalam program desa sarjana unggul (PDSU) tahun 2026.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Wilayah Malinau yang memiliki bentang alam luas, didominasi daerah terpencil dan akses darat yang terbatas, menjadikan transportasi udara sebagai salah satu kebutuhan vital. Dengan kondisi tersebut, kehadiran tenaga pilot dari putra daerah dinilai akan menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan.

Berdasarkan data kebutuhan jurusan PDSU 2026, formasi sekolah pilot dibuka secara merata di 14 kecamatan, yakni Mentarang, Malinau Kota, Pujungan, Sungai Tubu, Kayan Hilir, Kayan Hulu, Malinau Selatan, Malinau Utara, Malinau Barat, Sungai Boh, Bahau Hulu, Malinau Selatan Hilir, Mentarang Hulu, hingga Malinau Selatan Hulu. Penyebaran ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak desa di wilayah pedalaman.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar pembangunan berbasis desa yang menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama pemerataan. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh terpusat hanya di kota, melainkan harus tumbuh dari desa sebagai fondasi utama.

“Semangat yang kita bangun adalah dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Pendidikan harus menjadi alat pemerataan pembangunan, terutama bagi wilayah dengan keterbatasan akses,” ujarnya dalam kegiatan kick-off program tersebut, pekan kedua April 2026 lalu.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2021, program desa sarjana unggul terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga tahun 2025, jumlah peserta telah mencapai 1.859 orang yang berasal dari berbagai desa di Kabupaten Malinau. Khusus angkatan 2025 saja, tercatat sebanyak 743 peserta aktif dari 103 desa yang menempuh pendidikan di 181 perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti di China dan Malaysia.

Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa investasi di sektor pendidikan mulai menunjukkan hasil yang nyata. Tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, program ini juga mulai menciptakan basis sumber daya manusia yang lebih kompeten dan siap bersaing.

Masuknya jurusan pilot dalam skema beasiswa juga menandai pergeseran paradigma pembangunan daerah. Jika sebelumnya fokus utama berada pada sektor-sektor konvensional seperti pertanian, kehutanan, dan kesehatan, kini pemerintah mulai mengarahkan perhatian pada sektor strategis yang berbasis konektivitas dan teknologi.

Langkah ini dinilai penting mengingat kebutuhan transportasi udara di wilayah perbatasan dan pedalaman Kalimantan Utara masih sangat tinggi. Ketergantungan pada tenaga profesional dari luar daerah selama ini menjadi tantangan tersendiri, baik dari sisi biaya maupun keberlanjutan layanan.

Dengan menyiapkan pilot dari putra daerah, pemerintah tidak hanya mengurangi ketergantungan tersebut, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Selain itu, kehadiran SDM lokal di sektor strategis diyakini akan memperkuat rasa kepemilikan terhadap pembangunan daerah.

Namun demikian, Bupati Wempi mengingatkan bahwa beasiswa yang diberikan bukan sekadar bantuan pendidikan semata, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap para penerima beasiswa mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali mengabdi untuk daerah. “Keberhasilan yang dicapai nantinya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemajuan Malinau,” tegasnya.

Selain jurusan pilot, program desa sarjana unggul juga tetap membuka peluang di berbagai bidang lain yang tak kalah penting, seperti kedokteran, kesehatan, kehutanan, pertanian, teknik, keagamaan, hingga ilmu budaya dan pariwisata. Keberagaman jurusan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masing-masing wilayah desa sesuai dengan potensi dan tantangan yang dihadapi.

Pendaftaran program desa sarjana unggul 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 20 April hingga 26 Mei 2026, baik melalui jalur langsung di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Malinau maupun secara daring. Pemerintah daerah berharap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda di seluruh wilayah Malinau.

Dengan strategi yang semakin terarah dan inklusif, program ini diharapkan tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan generasi pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan nyata bagi desa dan daerahnya.

Lebih dari sekadar program beasiswa, Desa Sarjana Unggul kini menjelma menjadi fondasi penting dalam membangun Malinau yang mandiri, terhubung, dan berdaya saing di masa depan. (*/dip/lim)

 

 

 

Editor : Azward Halim
#malinau