MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis kebutuhan daerah melalui Program Desa Sarjana Unggul (PDSU) Tahun 2026. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memasukkan jurusan sekolah penerbangan sebagai prioritas, guna mencetak pilot lokal yang memahami kondisi wilayah Malinau.
Peluang ini semakin terbuka dengan hadirnya Smart Flying School, sekolah penerbangan pertama di Kalimantan yang mulai beroperasi sejak Januari 2026. Sekolah yang merupakan bagian dari maskapai Smart Aviation ini berpusat di Bandara Robert Atty Bessing, Malinau.
Keberadaan sekolah tersebut memberikan kesempatan bagi putra-putri daerah untuk meniti karier sebagai pilot profesional. Pemerintah Kabupaten Malinau pun mendukung penuh dengan memasukkan jurusan penerbangan ke dalam program Beasiswa Desa Sarjana Unggul 2026.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menyampaikan bahwa penentuan jurusan dalam program beasiswa disesuaikan dengan kebutuhan riil daerah serta peluang yang tersedia.
“Program desa sarjana itu kita beri beberapa jurusan yang sangat kita butuhkan, sesuai dengan informasi yang kita terima. Salah satunya adalah kebutuhan pilot yang memahami kondisi daerah, masyarakat, hingga karakter alam Malinau,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Kamis (16/4).
Ia menilai, anak-anak dari wilayah pedalaman memiliki keunggulan tersendiri karena telah terbiasa menggunakan transportasi udara dalam kehidupan sehari-hari.
“Secara naluri, anak-anak pedalaman ini sudah akrab dengan pesawat. Mereka sering bolak-balik menggunakan transportasi udara, sehingga secara gambaran sudah punya pemahaman dasar. Ini menjadi potensi yang harus kita dorong,” tambahnya.
Menurutnya, aspirasi dari sejumlah desa juga mendorong agar tersedia slot bagi anak-anak daerah untuk menempuh pendidikan di sekolah penerbangan.
“Malinau sudah punya sekolah penerbangan, jadi sudah selayaknya yang dilatih dan nantinya menjadi pilot adalah anak-anak kita sendiri melalui program desa sarjana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wempi menekankan bahwa program ini merupakan upaya untuk menjawab ketimpangan akses pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga terampil di daerah.
“Semangat yang kita bangun adalah dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Pendidikan harus menjadi alat pemerataan pembangunan, terutama bagi wilayah dengan keterbatasan akses,” katanya.
Sejak diluncurkan pada 2021, Program Desa Sarjana Unggul terus mengalami perkembangan. Hingga tahun 2025, jumlah peserta telah mencapai 1.859 orang yang berasal dari berbagai desa di 14 kecamatan di Kabupaten Malinau.
Ia juga mengingatkan bahwa beasiswa yang diberikan bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan amanah yang harus dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab.
“Keberhasilan yang dicapai nantinya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemajuan Malinau,” pungkasnya.
Adapun pendaftaran Program Desa Sarjana Unggul 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 20 April hingga 26 Mei 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara langsung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Malinau maupun secara daring. (*dip)
Editor : Rahul