MALINAU - Program desa sarjana unggul (PDSU) 2026 di Kabupaten Malinau memasukkan sekolah penerbangan (pilot) sebagai salah satu jurusan prioritas. Menariknya, kebutuhan jurusan ini tercatat tersebar di 14 kecamatan, mulai dari Mentarang hingga wilayah-wilayah terpencil seperti Kayan Hulu dan Sungai Boh.
Berdasarkan data kebutuhan jurusan, formasi sekolah pilot muncul hampir merata di seluruh kecamatan, termasuk Malinau Kota, Pujungan, Sungai Tubu, Malinau Selatan, hingga Bahau Hulu. Pemerataan ini menunjukkan ambisi pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan ke sektor yang selama ini tergolong eksklusif.
Namun demikian, muncul pertanyaan terkait relevansi dan urgensi kebutuhan tersebut di tingkat desa. Di tengah berbagai persoalan dasar seperti keterbatasan tenaga kesehatan, guru, hingga infrastruktur pertanian, prioritas pada jurusan pilot dinilai perlu dikaji lebih mendalam agar tepat sasaran.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menyebut program ini sebagai langkah strategis untuk menjawab ketimpangan akses pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul.
“Semangat yang kita bangun adalah dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Pendidikan harus menjadi alat pemerataan pembangunan, terutama bagi wilayah dengan keterbatasan akses,” ujarnya saat kick-off program beberapa waktu lalu.
Sejak diluncurkan pada 2021, program ini terus berkembang. Hingga 2025, jumlah peserta tercatat mencapai 1.859 orang. Khusus angkatan 2025, sebanyak 743 peserta aktif berasal dari 103 desa dan menempuh pendidikan di 181 perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri seperti China dan Malaysia.
Meski capaian tersebut menunjukkan ekspansi program, efektivitasnya dalam menjawab kebutuhan riil desa masih menjadi pekerjaan rumah. Penentuan jurusan, termasuk pilot, perlu dipastikan selaras dengan potensi wilayah serta peluang kerja setelah lulus, agar tidak menimbulkan kesenjangan baru.
Selain sekolah pilot, program beasiswa ini juga mencakup berbagai jurusan lain seperti kedokteran, kesehatan, kehutanan, pertanian, teknik, keagamaan, hingga pariwisata—bidang yang selama ini lebih dekat dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang bagi pembangunan Malinau.
“Keberhasilan yang dicapai nantinya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemajuan Malinau,” tegasnya.
Pendaftaran Program Desa Sarjana Unggul 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 20 April hingga 26 Mei 2026, baik melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Malinau maupun secara daring.
Dengan masuknya jurusan pilot dalam daftar prioritas di hampir seluruh kecamatan, pemerintah dihadapkan pada tantangan memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya membuka peluang, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan strategis daerah di masa depan. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim