Penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Malinau, terutama setelah momen Ramadan dan Idulfitri, saat kebutuhan bahan pokok masih cukup tinggi.
Selain cabai rawit merah, beberapa jenis cabai lainnya juga menunjukkan tren penurunan. Cabai merah keriting tercatat turun menjadi Rp 78.750 per kilogram dari sebelumnya Rp 90.000, sementara cabai merah besar turun menjadi Rp 63.750 dari Rp 72.500 per kilogram.
Salah satu pembeli, Siti (34), mengaku cukup lega dengan turunnya harga cabai.
“Kemarin harga lombok mahal sekali sampai Rp 150 ribu, sekarang sudah turun jadi Rp 125 ribu. Lumayanlah turunnya,” ujarnya saat di temui usai berbelanja di Pasar Induk Malinau, Selasa (31/3).
Hal senada disampaikan pembeli lainnya, Rahman (41) dari Malinau seberang. Ia mengatakan penurunan harga ini cukup lumayan dan berharap bisa turun lagi.
“Itukan kemarin Rp 150 ribu kurang tau juga kita kenapa bisa naik segitu, sekarang Rp 125 ribu turun Rp 25, tapi 2 bulan sebelumnya itu kan dibawah Rp 100 ribu, semoga bisa kembali dibawah itu,” katanya.
Meski demikian, sejumlah komoditas lain terpantau stabil tanpa perubahan harga signifikan. Kondisi ini menunjukkan pasokan bahan pangan di Pasar Induk Malinau relatif terjaga.
Dengan tren ini positif ini masyarakat mengharapkan harga cabai dapat terus berangsur stabil sehingga tidak memberatkan daya beli mereka. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim