Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, secara resmi membuka kegiatan kick-off dan sosialisasi program pendampingan peserta desa sarjana unggul (DSU) 2026. Program ini disebut sebagai langkah strategis untuk menjawab ketimpangan akses pendidikan sekaligus kebutuhan tenaga terampil di daerah.
“Semangat yang kita bangun adalah dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Pendidikan harus menjadi alat pemerataan pembangunan, terutama bagi wilayah dengan keterbatasan akses,” ujarnya, Sabtu (28/3).
Sejak diluncurkan pada 2021, program ini terus berkembang. Hingga 2025, jumlah peserta tercatat mencapai 1.859 orang dari berbagai desa di Malinau. Khusus angkatan 2025, sebanyak 743 peserta aktif berasal dari 103 desa dan menempuh pendidikan di 181 perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri seperti China dan Malaysia.
Meski menunjukkan pertumbuhan dari sisi jumlah, pemerintah daerah menegaskan bahwa ukuran keberhasilan program tidak berhenti pada banyaknya penerima beasiswa. Tantangan utama justru terletak pada dampak jangka panjang, terutama memastikan lulusan benar-benar kembali dan berkontribusi di desa.
Untuk itu, program Desa Sarjana diarahkan pada bidang-bidang prioritas seperti teknik, kesehatan, kehutanan, dan pertanian—sektor yang dinilai langsung bersinggungan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Selain itu, aspek pendampingan juga diperkuat. Pemerintah menggandeng Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara untuk mendukung proses akademik sekaligus pembentukan karakter peserta.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan pemahaman dan memperkuat komitmen semua pihak,” kata Wempi.
Ia juga mengingatkan bahwa beasiswa yang diterima bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Keberhasilan yang dicapai nantinya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemajuan Malinau,” tegasnya.
Di tengah optimisme tersebut, efektivitas program ini tetap akan diuji oleh satu hal krusial: apakah para penerima beasiswa benar-benar kembali ke desa dan menjadi motor pembangunan, atau justru terserap di luar daerah.
Melalui Desa Sarjana 2026, Pemkab Malinau berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas dan memiliki komitmen pengabdian, sebuah target yang masih membutuhkan pengawasan dan konsistensi dalam implementasinya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim