Lonjakan kunjungan terlihat signifikan dalam empat hari tersebut. Pada 21 Maret tercatat 124 orang, meningkat menjadi 410 orang pada 22 Maret, kemudian mencapai puncak pada 23 Maret dengan 972 orang, dan sedikit menurun menjadi 729 orang pada 24 Maret.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malinau, Kristian, menyebutkan bahwa selama libur Lebaran terdapat dua destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi, yakni Tane Olen dan Semolon. Namun, untuk sementara data kunjungan wisatawan di Semolon masih belum tersedia. “Kita berharap kepada para pengunjung dapat memposting pengalaman mereka di media sosial selama menikmati keindahan Tane Olen dan Semolon,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Rabu (25/3).
Untuk menuju Tane Olen dari pusat Kota Malinau, pengunjung membutuhkan waktu sekitar satu jam menggunakan sepeda motor, atau sekitar 30 menit jika menggunakan mobil. Di lokasi wisata, tersedia berbagai fasilitas yang dapat dinikmati, seperti penyewaan perahu kecil atau sampan bermotif Dayak, serta ban untuk berenang di sepanjang aliran sungai.
Tingginya minat wisatawan ini menunjukkan bahwa destinasi wisata alam di Malinau tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga. Selain panorama alam yang masih asri, Tane Olen dikenal sebagai kawasan hutan adat yang menawarkan pengalaman ekowisata yang unik.
Dengan meningkatnya kunjungan selama libur Lebaran, pemerintah daerah berharap potensi wisata Malinau semakin dikenal khalayak yang lebih luas, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim